"Emang kamu kenal selegram itu?" Oksa mendengkus keras. "Pastilah, dia, kan, mantan pacarku. Gadis gila yang aku harap enggak pernah bertemu dia lagi." Seketika mataku membulat tidak percaya, tetapi hanya sebentar. Tiba-tiba aku tertarik ingin tahu tentang gadis itu lebih dalam. Bukankah mengetahui semua perihal lawan akan membuat rencana pembalasan akan lebih mematikan? Aku tersenyum bersikap acuh tak acuh mendengar keluhan Oksa, padahal aku ingin dia melanjutkan kata-katanya. "Kamu enggak nanya kenapa aku bisa punya pacar gila?" Aku mengangkat bahu seakan tak peduli. "Antara percaya enggak percaya, sih, kamu ngaku pernah punya pacar selegram, terkenal lagi di tik-tok. Pasti aslinya kamu halu aja, makanya bilang nolak cinta dia karna gadis itu gila." "Apa?!" Muka Oksa memerah, mem

