Mereka memilih sarapan bubur di alun-alun kota atas inisiatif El. Lelaki itu sengaja menurunkan standarnya agar bisa menghibur Za yang sedang sedih. El termasuk orang yang jarang sarapan pagi di luar. Dia lebih memilih sarapan paginya yang sehat buatan sendiri. Bukannya dia menganggap yang di luar itu tak sehat, El akan makan di luar tentu saja kalau situasinya tidak mendukung dirinya untuk memasak. "Tumben banget kamu ngajak aku makan di emperan kayak gini?" tanya Za begitu pesanan bubur mereka datang. "Biar irit." El mengekeh. Pandangannya lantas dia jatuhkan kepada orang-orang yang tengah lari-lari di joging area. Sudah lama banget dia tidak melakukan lari pagi outdoor. Dia lebih sering melemaskan otot kaki dengan berjalan di atas tredmil. Za menyuap buburnya. Dia juga sama saja d

