Maaf ya kalau selama nulis kata banyak yang typo atau kebalik. Soalnya nggak pernah aku edit lagi. Segala kekurangan harap maklum. Happy Reading. ____________ Za langsung merebah di sofa begitu sampai unit. Sebelah tangannya menutupi matanya yang terpejam. Ada rasa tidak ikhlas kosannya itu terbakar. Di sana masih terdapat barang-barang yang menurut Za masih berharga, masih bisa digunakan bahkan untuk beberapa tahun ke depan. Seperti dipan empuknya, lemari, kulkas dan lain-lain. Semua itu Za dapatkan dengan susah payah. Tidak tahunya hilangnya begitu mudah. Apa dia kurang sodakoh, ya? Lagi pusing begini pikiran seperti itu muncul. "Kamu masih mikirin Ryan tadi?" tanya El yang duduk di sofa lain berseberangan dengan Za. "Enggak." "Soal kebakaran itu?" tanya El lagi. Za tidak la

