Meraba Perasaan

1169 Kata

El dan Za keluar dari kamar masing-masing secara bersamaan. Mereka sudah berpakaian rapi. El menenteng jas dan tas kerja, Za juga sama saja. "Tadi aku udah masak nasi goreng. Kamu mau?" tanya Za. Mungkin saja kan nasi goreng di pagi hari bukan selera El. "Asal bukan nasi uduk atau jengkol, aku mau." El tersenyum. Za tersenyum lantas melangkah lebih dulu menuju meja makan. Sudah ada dua piring nasi goreng di sana lengkap dengan telor ceplok di atasnya. "Kelihatannya enak," ujar El seraya menarik kursi. Entah kenapa dia merasa sudah seperti suami yang dilayani istri. Dia lantas menarik sedikit piringnya mendekat. Dari aromanya saja sudah sedap, rasanya pasti lebih-lebih. Dari tempat duduknya, Za memperhatikan El mulai menyendok nasi goreng buatannya itu. Sebenarnya dia tidak bernia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN