Bertandang ke Kantor Direksi

1088 Kata

Bukan hanya malam itu. Keesokan harinya saat Za hendak berangkat bekerja, tahu-tahu Ryan sudah ada di depan gerbang kosan. Lelaki itu bersandar pada badan mobilnya dengan pakaian rapi. Za memutar bola mata melihat Ryan. Dia lantas lebih memilih melewati Ryan alih-alih menyapa lelaki itu. Ryan segera mengejar langkah Za, dan menarik lengan wanita itu. "Za, aku dari pagi di sini loh. Kamu nggak hargain usaha aku banget, sih." "Aku nggak nyuruh kamu ke sini pagi-pagi ya, terus kenapa kamu nuntut aku harus hargai kamu? Memang pas waktu kamu pegang-pegangan tangan sama wanita itu, kamu menghargai aku sebagai pacar?" Za terpancing emosi. Sial. Padahal ini masih pagi. Ryan benar-benar membuat paginya rusak. Dia menyentak tangan Ryan agar terlepas dari lengannya. "Za, dengerin aku. Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN