Pamer

1083 Kata

Pintu di sebelah Za tiba-tiba terbuka. Dan ... serta merta sebuah tangan menyodorkan beberapa kertas kepada Za. "Des, tolong kamu potokopi ini, saya butuh cepat." Orang itu langsung masuk ke dalam ruangan lagi. Za melongo begitu menerima kertas tersebut. Penghuni ruangan itu memerintah tanpa memperhatikan siapa yang diperintah. Za tahu dia direktur utama. Tapi apa ya tidak sempat melihat wajah siapa yang dimintai tolong? Desi menggeleng. "Kebiasaan buruk, maklumi aja, Mbak." Sejurus kemudian, pintu kembali terbuka. "Loh, Za?" Za kembali mengangkat wajah. Dan sosok El berada di hadapannya sekarang. Lelaki itu tersenyum lebar padanya. "Bapak salah kasih ke orang." Za mendorong kertas itu tepat ke d**a El. El terkekeh menerima kertasnya kembali. "Sori, Za. Nggak sengaja." "Makan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN