El terpaksa mengendarai mobil keluar dari parkiran gedung kantornya sendirian. Beberapa menit lalu dia menerima pesan dari Za, wanita itu sudah menunggunya di jalan besar. El tidak percaya. Sekarang kalau pulang bersama Za harus serepot ini. Biasanya mereka hanya perlu saling menunggu di lobi lalu bersama-sama menuju tempat parkir. Alasan yang Za berikan tetap sama, tidak mau ada gosip yang beredar. El membunyikan klakson begitu dekat dengan posisi Za berada. Wanita itu berdiri di pinggir jalan dekat halte bus, bersama seorang lelaki entah siapa. Sepertinya bukan karyawan perusahaannya. El membawa mobilnya menepi. Begitu berhenti, dari dalam mobil El memperhatikan Za yang sepertinya pamit pada lelaki yang bersamanya tadi, lantas dia segera beranjak dan membuka pintu mobil. "Maaf, ya, E

