Decision

1382 Kata
“Aku orang Korea, tetapi lama tinggal di Amerika sama sepertimu. Kekeke bila kau menyangka aku tidak bisa menebak dari awal tentangmu kau salah besar. Aku hanya berpura-pura bodoh untuk melihat kebohonganmu. Di sini aku bekerja sebagai detektif dan juga polisi bagian forensik. Aku yang menangani kasus pembunuhan ini. Rekanku melihatmu keluar dari apartemen sialan itu ketika kejadian berlangsung. Bisa kau jelaskan?” tanya Detektif Joker dengan tatapan tegas dan juga senjata api sebagai ancaman. “Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepadamu tentang kejadian tersebut,” jawab Agatha dengan bibir bergetar. “Kenapa? Kau bisa menjadi tersangka jika kau tidak mengatakan kejadian yang sebenarnya. Kau ingin membusuk di penjara? Menghabiskan hari-hari sialan dengan kebodohan serta ketololanmu yang mengakar. Kekeke, atau kau memang ingin berada di sana sambil menunggu hari kematianmu?” ucap Detektif Joker masih menatap Agatha dengan tatapan meremehkan. “Apakah kau menuduhku sebagai tersangka?” tanya Agatha masih dengan bibir bergetar. “Jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya maka aku bisa menjatuhkan tuduhan sialan itu meskipun saat ini aku memercayai naluriku yang mengatakan bukan kaulah pelakunya,” jawab Detektif Joker lagi sambil terus memperhatikan Agatha. Dia ingin melihat apakah ada kilatan lain yang tercipta dari wajah lugu wanita di depannya saat ini. Saat itu juga Jea masuk ke apartemen sambil membawa baju ganti untuk Agatha. Dia mengembuskan napasnya pelan melihat detektif itu lagi-lagi menginterogasi terduga dengan senjata api khasnya. Dia akhirnya memilih duduk cukup jauh untuk membiarkan detektif menjalankan tugasnya. “Percayalah, aku tidak melakukan pembunuhan ini. Bagaimana mungkin aku membunuh pengasuhku sendiri dan suaminya. Aku dalam bahaya, kumohon aku mengatakan yang sebenarnya.” Agatha akhirnya berbicara kepada Detektif Joker mengenai kejadian sebenarnya. Dia mulai menangis. “Apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa kau lari waktu itu jika kau bukan pelakunya? Ceritakan kepadaku semuanya.” Detektif Joker langsung mendekatkan dirinya untuk mendengar cerita Agatha, tetapi dia tidak menjauhkan senjata api kesayangannya ke tempat lain. “Bibi Kwon, Kwon Jae Mi adalah nama wanita itu. Dia orang Korea Selatan. Dia pengasuhku dari kecil dan paman Justin Watson adalah suaminya. Keduanya adalah orang baik yang menyelamatkan hidupku,” kata Agatha mulai bercerita. “Ini pembunuhan, aku tidak tahu siapa pembunuh mereka, tetapi ini semua terkait dengan keluargaku. Aku harus pergi karena akulah yang sebenarnya diincar,” aku Agatha. Kali ini Detektif Joker mengerutkan keningnya. “Apa kau termasuk keluarga orang berada. Di mana kota asalmu? Siapa nama aslimu?” tanya Detektif Joker lagi. “Ya, ayahku seorang pengusaha yang memegang saham besar di banyak proyek pemerintah. Aku dari California. Namaku Agatha Benz. Ibuku orang Korea Selatan dan ayahku aslinya orang Jerman. Bibi Kwon adalah sahabat ibuku semasa kecil yang kemudian ikut ibuku pindah ke Amerika karena dia tidak punya keluarga lagi di Korea. Dia menikah dengan paman Justin yang seorang pelayan,” jawab Agatha sekarang dengan lancar. Kini Detektif Joker bisa melihat tatapan mata Agatha yang mulai hangat. Ketakutan di dalam dirinya mulai hilang secara perlahan meskipun sang detektif tidak juga melepaskan senjata apinya. Mungkin sosok polisi cantik yang saat ini berada tidak jauh darinya yang memberikan rasa nyaman meskipun dia tidak kenal sama sekali. “Lalu apa menurutmu motif pembunuhan ini? Apakah karena uang? Kekuasaan atau dendam?” tanya Detektif Joker. Agatha mengeleng, dia tidak ingin menjawabnya. “Kau ingin menyembunyikan cerita kelam keluarga sialanmu. Sebaiknya jangan lakukan itu untuk mengaburkan penyelidikan, ceritakan semuanya kepadaku mungkin aku bisa membantu hidupmu agar tidak terjeblos ke penjara sialan itu.” Sekarang nada suara Detektif Joker juga mulai bersahabat. Detektif Joker tahu Agatha belum sepenuhnya bisa percaya dan jujur kepadanya, tetapi Detektif Joker harus mengetahui semuanya demi keadilan yang ditegakan. “Aku tidak tahu tepatnya. Ini mungkin terkait dengan istri simpanan Ayahku. Mungkin ini adalah pembunuhan berantai dan pembunuh bayaran. Aku tidak tahu yang sebenarnya. Kumohon kepadamu, tolong temukan pelaku pembunuhan ini. Aku tidak ingin pengorbanan bibi Kwon dan paman Justin sia-sia ketika menyelamatkanku. Mereka orang yang sangat amat baik. Aku sangat tertekan melihat kejadian ini semua. Ibu dan adikku juga telah terbunuh. Saat ini yang tersisa hanya ayahku di dunia ini. Hanya dia yang aku miliki.” Agatha menangis tersedu-sedu menceritakan apa yang dialaminya. Jea merasa kasihan dengan Agatha, ingin dia memeluk wanita tersebut untuk menenangkannya, tetapi dia tidak ingin mengganggu interogasi yang dilakukan sang detektif terlebih lagi saat ini semua percakapan mereka terekam kamera. Jea tahu pastilah Detektif Joker menyembunyikan kamera pengaman di dalam apartemennya. “Satu pertanyaan lagi yang ingin aku tanyakan,” kata Detektif Joker sambil menarik napasnya. Agatha menunggu pertanyaan Detektif Joker sambil mengusap air matanya. “Apakah aku bisa memercayai semua perkataanmu?” tanya Detektif Joker sambil memperhatikan lekat-lekat ekspresi Agatha untuk mengetahui ada atau tidaknya kebohongan di sana. “Aku tidak berbohong kepadamu. Sungguh, aku bukan pelakunya. Aku berani bersumpah kepadamu. Aku saat ini sedang terancam, aku tidak punya tempat tinggal dan orang yang aku kenal di Las Vegas. Kumohon percayalah kepadaku, selamatkan aku. Kumohon!” Agatha terisak kembali. Detektif Joker melihat ekspresi Agatha. Wanita itu benar-benar tertekan dan Detektif Joker tidak menangkap nada kebohongan di setiap perkataannya. “Untuk saat ini tempat yang paling aman adalah rumahku dan kantor polisi. Kau boleh memilih di mana kau ingin tinggal,” kata Detektif Joker setelah dia menatap Agatha untuk sekali lagi. “Aku tidak ingin terlibat dengan hukum. Dia bisa menemukanku, aku harus benar-benar menyembunyikan diriku. Maafkan aku jika aku lancang. Aku ingin tinggal di sini saja di rumahmu karena kau adalah orang yang baik serta menolongku.” Agatha berharap Detektif Joker tidak keberatan dengan hal tersebut. Di sudut ruangan Azalea terheran-heran. Bagaimana bisa wanita tersebut memilih tinggal dengan pria menakutkan seperti Detektif Joker. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Sialannya pikiran tidak baik juga sempat mampir di kepalanya. “Kau benar, sebaiknya kau memang di sini karena kemungkinan dia bisa melacak keberadaanmu jika kau di sana. Kau bisa tidur di kamarku, apartemenku cukup berantakan karena biasanya ada rekan-rekanku yang menempatinya saat mereka menginap. Kau tidak perlu khawatir, mereka semua akan paham dengan situasi ini. Aku akan menjelaskan kepada mereka,” kata Detektif Joker sambil bangkit berdiri dari kursinya. Agatha menatap Detektif Joker yang baru saja berdiri. Dia ingin menanyakan sesuatu, tetapi cukup ragu. “Jika kau ingin bertanya tanyakan saja. Tidak perlu menyimpannya dengan rasa penasaranmu itu,” ujar Detektif Joker yang bisa mengetahui raut penasaran di wajah Agatha. Agatha menatap Detektif Joker sebentar dan dia mulai bertanya. “Kau percaya kepadaku jika aku bukan pembunuhnya?” tanya Agatha dengan hati-hati. “Kekeke pertanyaan sialan macam apa yang kau ajukan kepadaku itu? Aku melihat lenganmu sama sekali tidak memiliki otot bisep dan trisep yang kuat. Jika kau wanita yang mempunyai fisik kuat maka bentuk lenganmu tidak akan sedatar ini, minimal kau memiliki daging yang padat serta otot yang keras. Aku mengetahuinya ketika menggendongmu. Dari sana aku mulai tahu bahwa ada yang ganjal terhadap tuduhanku kepadamu. Asal kau tahu, pelaku adalah seorang wanita sialan yang memiliki fisik tangguh. Dia mampu mengangkat korban yang bagian tubuhnya seperempat lebih besar darinya,” jawab Detektif Joker tanpa ragu. “Terima kasih, kau memiliki mata yang jeli. Aku berutang kepadamu,” kata Agatha dengan mata berkaca-kaca. “Kau harus menjelaskan semuanya kepada polisi nanti.” Agatha mengangguk pelan. “Mengenai kasus ini, serahkan saja kepadaku. Aku akan menegakkan keadilan dan membebaskan orang yang tidak bersalah kemudian menjadikan pelaku kejahatan sebagai puntung api neraka. Sekarang istirahatlah, lukamu belum kering dan polisi Jea yang akan membantumu. Namaku adalah Detektif Joker. Mulai saat ini kita tinggal di satu atap. Aku akan terus mengawasimu.” Detektif Joker menyungingkan seringainya untuk pertama kali. Saat itu Agatha merasa dunianya akan kembali berwarna lagi dan kemalangannya akan segera berakhir. Senyum seorang pria tampan, tetapi cukup menakutkan itu mampu membuat semangat Agatha untuk meneruskan hidup kembali lagi. Akankah awal musim semi ini bisa berubah karena kehangatan hati yang tulus? Sementara Azalea menuntut penjelasan dari tatapan matanya kepada sang detektif yang membuat keputusan seenaknya sendiri. Bagaimana bisa dia membiarkan seorang wanita tinggal di tempat tinggalnya. Memang hal tersebut lumrah di negara mereka, tetapi dia tidak habis pikir bagaimana orang yang nyaris tidak pernah berbaik hati kepada siapa pun saat ini tiba-tiba mengizinkan orang asing tinggal dengannya. Nyaris tidak ada yang tahu siapa Detektif Joker sebenarnya, mulai dari nama aslinya hingga kehidupannya yang lain. Hal itu membuat Azalea benar-benar tidak bisa melepaskannya karena bagaimanapun pria itu telah memporak-porandakan kehidupan tenangnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN