Tangan Hanum meremas ponsel yang dia pegang dengan erat. Berkali-kali dia menghela nafas dalam dan panjang lalu menghembuskan perlahan. Dia meletakkan ponsel di atas meja makan lalu menutup mata agar bisa mensugesti dirinya untuk tidak terpancing emosi dengan Story w******p milik Nina. Bagaimana pun dia harus tetap berpikiran baik kepada suaminya. Bertahun-tahun menikah, Hanum sangat tahu karakter dan watak Alex, tidak mungkin laki-laki itu tega bermain di belakangnya setelah begitu banyak penghalang dan berat perjuangan mereka untuk menikah dulu. Hanum masih memegang teguh janji sang suami untuk saling percaya dan menjaga apa yang telah mereka usahakan selama bertahun-tahun. Setelah berhasil menenangkan amukan badai di dadanya, Hanum memaksa bibirnya mengulas senyum sambil menatap kaca

