Ternyata

1218 Kata

Hanum menatap rumah modern bergaya victoria di depannya. Bangunan megah berlantai dua dengan banyak ruangan di dalamnya. Dulu, bangunan yang dicat warna putih tulang dan diselingi warna cokelat muda pernah menjadi saksi hari bahagianya dengan Alex. Pekarangan yang luas dengan lanscape hijau bak permadani raksasa dipenuhi para tamu yang menyaksikan penyatuan cinta mereka. Siapa kira kini dia harus kembali ke sini untuk memastikan ke mana hati suaminya berlabuh. "Ayo turun." Hanum membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil diikuti oleh Neysa dan Aruna yang sejak tadi tak berhenti mebgoceh, sementara Arjun tak jadi ikut, sebab sudah tertidur di depan televisi sembari menunggunya bersiap-siap. Neysa berjalan di samping Hanum yang membimbing Aruna. Gadis itu hanya diam seolah-olah tahu aw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN