Nina dan Riko

420 Kata
Rumah sakit     Fira memandang wajah putrinya yang tertidur pulas,   " Selamat ya sayang, sekarang tanggung jawab ibu sudah selesai, suamimu yang akan bertanggung jawab atas dirimu sayang " Ucapnya sambil mengecup kening putrinya.    Nina menatap sedih sahabatnya,   " Sabar fir, " Ucap Nina sembari mengelus punggung Fira.     " Fir aku harus kembali ke kantor, karena aku hanya ijin sebentar, " Ucap Nina sambil memeluk sahabatnya.    Riko yang melihat Nina berpamitan, segera berdiri,    " Aku akan mengantarmu " Pinta Riko sambil membuka pintu, dan mempersilahkan Nina keluar lebih dulu, dan diikuti dirinya dari belakang.   " Aku akan kembali setelah mengantar Nina, " Ucap Riko sembari menutup pintu kamar.   Fira hanya mengangguk tak menjawab.       Dalam perjalanan   Nina diam seribu bahasa, isi kepalanya berkecamuk memikirkan Fira yang sudah merelakan cintanya untuk putri tersayangnya, yaaa sekarang Fira adalah ibu mertua Adryan.    " Eheemeemmmm " Riko memcah keheningan.   Nina hanya menoleh tanpa bicara apapun,  Mobil terus melaju....   " Apa yang mengganggu pikiranmu? " Tanya Riko santai sembari terus fokus ke jalanan.    " Fira pasti terpukul, dia merelakan Adryan untuk Viola" Jawab Nina memijat Pelipisnya.   " Sudahlah, itu takdir yang harus mereka jalani, aku yakin semua akan baik-baik saja" Ucap Riko sambil menggenggam tangan Nina, untuk menenangkannya.   Deg... Jantung Nina berdetak sangat kencang, dia melihat tangannya digenggaman pria yang sangat dia cintai,   " Mungkinkah Riko mencintaiku " Batin Nina tak karuan,   Setelah agak dekat dengan kantor, Riko melepas genggaman tangannya, dan fokus kejalanan,    Mobil pun sampai diarea perkantoran, gedung tinggi menjulang.   " Nina, " Ucap Riko sembari menatap gadis cantik disisi kemudinya itu.   " Iya " Jawab Nina singkat tanpa menatap Riko.    Riko mengelus dagu Nina dan merekapun saling berhadapan.   Jantung kedua mulai tak karuan,  yaaaa ada cinta diantara keduanya.   " Apa kau mau menjadi kekasihku, Nina? " Riko bertanya sembari menggenggam tangan wanita yang dicintainya itu.   " Aku mencintaimu " Lanjut Riko lagi,    Nina menunduk dan tersenyum malu.   Tak lama kemudian Nina mengangguk tanda setuju.   Riko senang bukan main, ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan,   Riko mendekatkan tubuhnya ke arah Nina,     Deg.... Jantung Nina semakin tak karuan, wajah keduanya semakin dekat,   Klek... Riko membukakan sabuk pengaman Nina,   " Aku akan menjemputmu nanti, " Ucap Riko.   Nina yang sudah salah sangka, langsung keluar dari mobil dengan perasaan malu, karena dia pikir pria yang baru saja menjadi kekasihnya itu, akan menciumnya.    " Bodohnya aku " Gerutu Nina sembari berjalan cepat memasuki lobby kantor.    Riko yang melihat tingkah Nina hanya tersenyum.    Riko langsung melakukan mobilnya kembali ke rumah sakit.  Support terus ceritaku maklumi ya kalau ada typo dimana-mana
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN