Adryan dan viola

555 Kata
  Adryan Danu Atmaja    " Bagaimana bisa aku menikahi gadis kecil itu? " Batinnya merutuki apa yang telah terjadi beberapa waktu lalu.      Adryan melajukan mobilnya ke rumah sakit, berniat melihat keadaan Viola.      Rumah sakit,,,,      Tooooookkkkkkkk,,,,,, Adryan  mengetuk pintu.   Riko membukanya dan Adryan langsung masuk, dia menenteng plastik yang berisi makanan, dan paperback untuk baju ganti Fira.       " Ini, gantilah bajumu" Ucap Adryan sembari memberikan paperback berisi pakaian.   Fira menerimanya dan melangkah menuju ke kamar mandi, Fira langsung mengganti bajunya dikamar mandi, karena memang dia belum pulang kerumah untuk mengganti pakaian.     " Riko kau boleh pergi " Perintah Ryan dan langsung dipatuhi oleh Riko,   Riko melangkah keluar kamar dan pergi menjemput Nina.  Adryan mendekati istri kecilnya yang tebaring  " Apa kabarmu? " Tanyanya singkat.   " Aku baik om" Jawab Viola polos.   Adryan terkekeh... " Om??? " Ucapnya singkat. " Kau lucu sekali , aku suamimu sekarang" Ucapnya lagi.   Fira yang sudah keluar dari kamar mandi mendengar apa yang dikatakan Adryan, entah mengapa hatinya sakit, melihat kehangatan yang diberikan Adryan untuk putrinya.    " Umurku 32 tahun , jangan panggil om, karena sekarang, aku ini suamimu " Ucap Adryan setengah tertawa.   Yaaaa Adryan memang lebih muda dari Fira ( ibu Viola)Yang berumur 37 tahun, tapi karena Fira adalah wanita yang cantik dan sexy, maka usia Fira tak terlihat seperti 37 tahun.    " Baiklah, laku aku harus memanggilmu apa? " Tanya viola bingung  " Panggil Adryan " Jawab Adryan singkat.   Tidak mungkin, umurku masih 17 tahun, kedengarannya tidak sopan kalau aku memanggilmu Adryan. " Ucap Viola.   " Bagaimana kalau aku memanggilmu mas Adryan " Ucapnya lagi sambil tersenyum.   " Terserah kau saja" Jawab Adryan pada istri kecilnya itu.   Besok pagi kau sudah boleh pulang, tadi aku sudah menanyakannya pada dokter.    " Terimakasih " Ucap Viola,    Karena terlalu asyik mengobrol dengan Viola, Adryan tidak menyadari Fira sudah ada di sofa , sambil menatap keduanya,     Yaaaa mereka sekarang sudah sah suami istri. Hati Fira remuk mengingat kenyataan itu.    Masih tidak menyadari Fira telah keluar dari kamar mandi, Adryan membuka bungkus plastik yang telah dibelinya sebelum ke rumah sakit,     " Ini ku belikan bubur, makanlah" Pinta Adryan pada Viola  " Tanganku masih sakit, aku tak bisa makan sendiri, " Jawab Viola jujur.    " Baiklah, aku akan menyuapimu" Ucap Adryan sambil mengarahkan sendok yang sudah terisi bubur, untuk menyuapi Viola.    Viola memakan dengan lahap bubur yang dibawa Adryan, sekilas Adryan melihat Viola.  Deg..." Gadis ini sangat manis, cantik sekali mirip seperti ibunya, " Batin Adryan mulai tergoyahkan dengan kecantikan istri kecilnya.      Adryan menoleh kebelakang, dan dia melihat Fira terdiam, duduk di sofa,    Adryan menghampiri  Fira.   " Area you okey? " Tanyanya pada Fira   Tanpa menjawab, Fira hanya mengangguk.   " Aku akan pulang, karena ada yang harus ku kerjakan, apa kau bisa menjaga putriku? " Pinta Fira lembut   " Baiklah, aku akan mengantarmu, " Ucap Adryan.    " Tidak perlu, aku akan pulang sendiri, tolong jaga putriku " Jawab Fira yang sudah tak kuasa membendung rasa cemburunya.    Fira berdiri mendekati putrinya.     " Sayang, ibu pulang dulu, suamimu akan menjagamu disini" Ucap Fira sembari mengecup kening putrinya.    Viola hanya mengangguk setuju.      Fira langsung keluar dan pergi sambil menangis di gelapnya malam. Fira menangisi keputusannya sendiri, dirinyalah yang memaksa Adryan untuk menikahi putrinya. Dan hatinya pula yang harus terhujam sakit saat melihat suami istri itu sudah mulai membangun komunikasi yang baik.  Support terus ceritaku maaf kalau ada typo
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN