Sesampainya dirumah Fira, ternyata Fira sudah menunggu didepan teras rumahnya.
Fira berlari kecil menghampiri Adryan yang baru turun dari mobilnya.
Fira mencium pipi Adryan.
" Apa kau sudah mengantar putriku? " Tanya Fira.
" Sudah, " Jawab Adryan membuka pintu mobil untuk Fira.
Fira masuk kedalam mobil, didalam perjalanan, Fira menyandarkan kepalanya pada bahu menantunya itu.
" Sayang" Ucap Fira.
" Hmmmm" Adryan terus fokus menyetir.
" Kau suami dari putriku, tapi aku sangat mencintaimu, apa yang harus aku lakukan " tanya Fira sedih.
Adryan meminggirkan mobilnya, dan memegang pipi Fira.
" Aku juga mencintaimu, aku menikahi biola hanya atas permintaanmu kan? " Ucap Adryan.
" Lalu kita harus bagaimana? " Tanya Fira bingung.
" Entahlah, " Satu sisi aku suami dari putrimu, tapi aku mencintaimu" Ucap Adryan yang entah mengapa sedikit menyesal menikahi bocah SMA itu.
Adryan kembali melajukan mobilnya, hingga sampailah mereka ke kantor.
Di kantor Adryan langsung menuju ruangannya, dan Fira pun segera menuju meja deretan karyawan.
Sementara itu, disekolah SMA Bakti Bangsa, Viola masuk ke kelas.
" Hai vi, siapa pria tadi? " Tanya Anisa.
Viola bingung harus menjawab apa. Tapi Viola harus mengatakannya karena cepat atau lambat Anisa akan tau.
" Dia suamiku Nis, " Ucap Viola.
Tanpa Viola sadari, ada beberapa pasang mata baru masuk dan memandang sinis terhadapnya,
Yaaa mereka ratu geng disekolah itu, yang dipimpin oleh Ria,
Ria dan kawan-kawannya menghampiri Viola.
" Heh jalang, siapa pria tadi? Tampan dan kaya? Kau menjual diri padanya? " Ucap Ria menggebrak meja.
" Jaga bicaramu, bukankah kau yang sering menjual diri? " Ucap Viola berdiri dari kursinya.
Anisa menahan Viola agar mereka tidak bertengkar.
Reno datang menghampiri Ria dan Viola. .
" Stop, ini masih pagi, jangan ribut" Ucap Reno geram.
Ria menyukai Reno, namun Reno lebih menyukai Viola.
" Bubar" Perintah Reno.
Semua pun bubar dan Reno menghampiri Viola.
" Jangan dengarkan apa kata Ria, dia hanya iri kepadamu" Ucap Reno.
Viola hanya mengangguk dan kembali duduk.
Setelahnya Reno kembali ketempat duduknya, tak lama guru datang, dan pelajaran dimulai.
Dikantor, Adryan Danu Atmaja tengah sibuk memeriksa berkas penting.
Tokkkk tokkkkk
" Masuk" Ucap Adryan.
Riko asisten pribadinya masuk dan memberikan beberapa file penting yang juga harus diperiksa dan segera ditandatangani.
Setelah itu Riko keluar dari ruangan bosnya itu.
Tak terasa waktu jam makan siang pun tiba.
Fira mengetuk pintu ruangan Adryan dan berniat mengajaknya makan siang.
Toooookkkk toooookkkk..
" Masuk" Ucap Adryan yang ternyata sudah selesai dengan pekerjaannya.
" Apa kita bisa makan siang bersama? " Tanya Fira.
" Tentu" Jawab Adryan. Mereka berjalan keluar ruangan dan keluar kantor untuk makan siang bersama.