Di tempat lain, Riko Wijaya mengajak Nina kekasihnya untuk makan siang bersama.
Mereka makan dirumah makan seafood.
Mereka makan sambil sesekali bercanda.
Setelah selesai makan, mereka berjalan menuju mobil untuk kembali ke kantor.
Tiba-tiba datang seorang wanita mendekati mereka.
" Hai Rik, aku ingin bicara denganmu " Ucap wanita itu.
Yaaa wanita itu adalah Gita, mantan kekasih Adryan.
Riko menoleh ke arah Nina, dan Nina mengangguk tanda setuju.
" Baiklah" Ucap Riko.
Gita menarik lengan Riko untuk menjauh dari Nina,
" Aku ingin kau membantuku" Ucap Gita.
" Untuk apa aku membantumu" Tanya Riko
" Aku tak punya urusan denganmu" Ucap Riko lagi, dan berpaling ingin meninggalkan Gita, karena malas meladeni wanita itu.
Gita kesal melihat kepergian Riko,
" Dia cuek seperti Adryan, dia juga sangat tampan" Senyum sinis Gita mendominasi wajahnya untuk menyusun rencana jahat.
Riko menggandeng tangan Nina dan membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.
Selanjutnya Riko langsung mengemudikan mobilnya menuju kantor.
Diperjalanan Nina bertanya.
" Siapa wanita itu?, dia sangat cantik dan sexy " Tanya Nina cemburu.
" Dia mantan kekasih bosku" Jawab Riko singkat.
" Adryan? " Ucap Nina kaget.
" Dia sangat cantik" Ucap Nina lagi.
" Untuk apa dia menemuimu? " Tanya Nina penasaran.
Namun Riko tak menjawabnya dan memilih fokus ke jalanan.
Setelah sampai di kantor, Riko kabali ek aktivitasnya, begitu pula Nina,
" Bantuan apa yang dia inginkan dariku" Batin Riko memikirkan ucapan wanita sexy itu.
Tak lama kemudian Adryan datang melewati meja Riko, dan segera masuk ke ruangan nya.
Jam menunjukkan pukul 2, Adryan melajukan mobilnya ke sekolah untuk menjemput istri kecilnya.
Sementara disekolah Bakti Bangsa.
Viola sedang menunggu Adryan menjemputnya, karena tadi Viola menelpon untuk dijemput.
Ria, dan kedua sahabatnya menghampiri Viola,
" Hai jalang, apa yang kau tunggu disini? Apa ibuku tidak menjemputmu? Ucap Ria sinis.
Viola hanya diam tak menjawab, dan terus melihat ke jalanan, apakah Adryan sudah datang atau belum.
Karena geram, pertanyaannya tak dijawab, Ria menjambak rambut Viola, dan menariknya masuk kedalam kelas, keadaan sekolah sudah sangat sepi karena hari ini pulang lebih cepat, menjelang persiapan ujian nasional.
" Kau merebut perhatian Reno darimu jalang" Ucap Ria pada Viola.
Lalu Ria mendorong tubuh Viola ke meja, saat membentur meja, bila merasakan sakit di perutnya.
Kembali Ria menjambak rambut Viola, dan mengguyurnya dengan air mineral miliknya, hingga membuat seragam yang dikenakan viola menjadi basah,
" Tadi kau berani menantangku, kenapa sekarang kau diam hah?? Ucap Ria tertawa bersama kedua sahabatnya, laku pergi meninggalkan Viola sendiri.
Viola kesakitan , perutnya tadi terbentur meja, ada darah mengalir disela pahanya, Viola menangis kesakitan.
Adryan sampai di area sekolah namun tak ada Viola disana.
Adryan menemui satpam dana bertanya, namun satpam tidak tau pasti, apakah Viola sudah pulang atau tidak, karena satpam tersebut baru kembali setelah menolong orang tabrak lari didepan sekolah.
" Apa saya boleh masuk untuk melihatnya, barangkali masih didalam sana" Ucap Adryan pada pak satpam.
" Silahkan pak, mari saya temani" Jawab satpam itu.
Setelah melihat lingkungan sekolah, sudah sangat sepi, tak mungkin rasanya Viola masih disekolah,
" Mungkin Viola sudah pulang pak " Ucap satpam itu.
Dari arah berlawanan, Ria dan kedua sahabatnya yang akan pulang, melihat Adryan dan satpam yang kebingungan mencari Viola.
Ria menghampiri Adryan.
" Kau yang tadi mengantar Viola kan? " Tanya Ria dengan centil.
" Iya" Jawab Adryan singkat.
" Viola sudah pulang dengan pacarnya " Ucap Ria sinis.
Ada perasaan marah dihati Adryan mendengar istrinya memiliki pacar, padahal dirinya adalah suaminya.
Tanpa menjawab apapun, Adryan melangkah menjauh berniat untuk pulang, namun tiba-tiba terdengar teriakan meminta tolong.