Jam menunjukkan pukul 17.00,
Fira sudah menunggu Adryan selama satu jam lamanya, karena sebelumnya Adryan berjanji akan mengantarnya pulang.
Nina sahabatnya pun sudah pulang lebih dulu., Fira mulai gelisah karena hari sudah semakin petang.
" Kemana kamu? " Batin Fira, sudah beberapa kali Fira menelpon kekasihnya itu tapi tak kunjung diangkat.
Akhirnya Fira memutuskan untuk pulang dengan memesan ojek online.
Sesampainya dirumah, Fira mengetuk pintu namun tak ada yang membukakan pintu,
" Viola, ini ibu nak, buka pintunya!!!! " Pinta Fira namum tetap tak ada jawaban apapun.
" Apa viola sedang keluar? " Batin Fira sembari mendudukkan bokongnya di kursi teras, berniat menunggu jikalau memang putrinya itu mungkin sedang keluar sebentar.
Rumah Adryan Danu Atmaja.
"Aaahhhh" Adryan menguap terbangun dari tidurnya, dia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 18:12 ,
Adryan bangun dan mengambil ponsel, berniat mengecek apakah ada panggilan atau pesan masuk, dan benar saja, ada 5 panggilan tidak terjawab dari Fira dan satu pesan,
Dibacanya pesan itu
" Aku pulang sendiri, ku hubungi sejak tadi tak ada respon darimu " Isi pesan singkat Fira
Adryan baru ingat jika dirinya berjanji akan mengantarnya pulang hari ini, dengan perasaan bersalah Adryan langsung keluar kamar dan dengan cepat menuruni tangga,
Adryan melajukan mobilnya kerumah Fira, berniat menebus semua kesalahannya.
Rumah Fira Arsinta
Tiiiiiit, suara klakson mobil menyadarkan lamunan Fira tentang putrinya yang tak kunjung muncul.
" Fira maafkan aku, tadi aku pulang dan ketiduran " Ucap Adryan merasa sedikit menyesal.
" Tak apa, tapi lain kali, kabari dulu agar aku tidak menunggu terlalu lama" Jawab Fira
" Kenapa kau diluar ? Apa kau tau aku akan datang? Kau sengaja menungguku? " Duga Adryan asal.
" Putriku tidak membuka pintu, dan aku tidak tau apakah dia ada didalam atau sedang keluar rumah, aku sudha menghubungi nomer HP nya tapi tidak ada jawaban " Jawab Fira khawatir.
" Biar aku coba dobrak pintunya " Ucap Adryan yang dibalas anggukan oleh Fira, tanda setuju.
Bruuuuuaaaaakkk, dengan tubuhnya yang gagah, hanya dua kali dobrakan pintu rumah Fira terbuka.
Fira langsung masuk dan menyusuri kamar putrinya, namun Fira tak menemukan putrinya itu,
Dikamar pribadinya pun, putri kesayangannya itu tak berada disana,
Lalu Fira mencoba mengecek kamar mandi, dan benar saja, viola tergeletak disana dengan banyak sekali darah, yaaaa viola mengiris pergelangan tangannya.
" Aaaaaaaaa" Teriak Fira sambil menangis menggoncang tubuh putrinya,
Adryan yang kaget dengan teriakan Fira, langsung menghampirinya.
Support terus ceritaku. Maaf kalau ada kesalahan typo dimana-mana