Gangguan dari bos

868 Kata
Setelah kegiatan panas itu berakhir, Adryan meminta Gita untuk segera kaluar.  Gita keluar dengan penuh kemenangan,  Riko Wijaya Riko yang menggantikan Adryan memimpin rapat hari ini, karena bosnya, saat rapat selesai, Riko melirik ke arah Nina, wanita yang diantarkannya pada event ulang tahun kantor beberapa waktu lalu,  Riko menghampiri Nina yang masih duduk di meja rapat sembari membereskan berkas-berkas miliknya,  " Hai, " Sapanya singkat " Hai Pak Riko, " Jawab Nina tersipu, dia tak menyangka akan disapa pria tampan asisten bosnya itu.  " Apa kita bisa makan siang bersama? " Tanya Riko sambil melirik jam tangan yang memang sudah menunjukkan jam makan siang.  " Aku akan makan siang bersama Fira sahabatku, jika kau mau, bergabunglah bersama kami!! " Pintar Nina pada Riko.  " Baiklah lain kali saja" Jawabnya sambil berlalu pergi seperti sedang menelan kekecewaan,  Nina keluar dari ruang rapat dan menuju lantai 4 untuk menemui sahabatnya Fira, yaaa hanya karyawan penting yang mengikuti rapat itu, dan kebetulan Fira karyawan biasa di kantor itu.  " Hai fir, apa pekerjaanmu sudah selesai?, ayo kita makan siang, aku sudah lapar " Ucap Nina sedikit kesal karena sudah menolak ajakan Riko untuk makan siang.  " Pekerjaanku belum selesai, aku titip makan siang ya, belikan untukku, ini uangnya, aku mohon!!!, " Pinta Fira mengiba dengan menangkupkan kedua tangannya.  " Astaga tau gitu ku Terima ajakan Riko tadi" Batin Nina tambah kesal, dia mengambil uang titipan Fira lalu pergi, tanpa sepatah katapun.  Di rumah makan seberang kantor Nina berjalan lesu menyeberang dari kantor ke arah rumah makan diseberang jalan, saat sedang menyeberang, Nina kaget ada orang yang berjalan disampingnya, diapun menoleh, sosok tersebut ternyata adalah Riko Wijaya pujaan hatinya yang beberapa saat lalu ditolak ajakannya.  " Hai, mana sahabatmu itu? Apa kau tidak bersamanya? " Tanya Riko tersenyum senang, " Pekerjaannya belum selesai, dan dia memutuskan untuk menitip untuk dibawakan makan siang" Jawab Nina sedikit tersipu karena ternyata sahabatnya tak bisa menemaninya makan siang.  " Baiklah, ayo kita makan siang bersama!!! " Pintar Riko tersenyum pada Nina, yang tentu saja membuat Nina langsung terpana.  "Ayo" Ucap Nina keduanya berjalan memasuki rumah makan yang mereka tuju, setelah memesan makanan yang mereka inginkan, tak lama kemudian makanan pun sudah tersaji di meja, keduanya makan sambil sesekali mengobrol.  Nina sesekali melirik kearah Riko yang sangat tampan,  " Apa aku setampan itu?, kalu melirikku sejak tadi" Ucap Riko yang langsung membuat pipi Nina merah merona menahan malu.  " Aku hanyaaaaa" Jawab Nina tak menemukan alasan.  " Hanya mengagumiku? " Jawab Riko singkat sambil tersenyum karena berhasil menggoda gadis cantik di depannya.  Nina diam saja tersipu malu.  Tiiiiiing..., ponsel Riko berbunyi.,  Tertera nama Adryan di layar ponsel, Riko menyapu layar ponselnya untuk mengangkat telepon bosnya itu.  "Halo bos" Ucap Riko " Bagaimana rapat tadi? " Tanya Adryan disambungan telepon.  " Berjalan lancar " Jawab Riko singkat " Baiklah, aku tunggu sekarang diruanganku" Perintah Adryan seperti sedang kesal.  Tuuuuut sambungan telpon terputus,  " Aku akan kembali ke kantor sekarang, maaf aku tidak bisa menyelesaikan makan siangku, bosku sudah memanggilku" Riko berkata sambil membersihkan bibirnya dengan tisu agar tak ada noda apapun disana, tanpa menunggu jawaban Nina, Riko langsung pergi, karena Riko tau saat ini mungkin bosnya sedang marah.  Setelah kepergian Riko, Nina memanggil pelayanan untuk memesankan makanan untuk sahabatnya Fira, setelah sesaat menunnggu, akhirnya makanan sudah siap, Nina langsung pergi menuju kantor dan naik ke lantai 4 dengan lift untuk menemui sahabatnya.  Fira Arsinya Masih berkutat dengan pekerjaannya,  " Ini makanan pesananmu" Ucap Nina sembari meletakkan makan siang Fira diatas meja " Terimakasih " Jawab Fira sambil melirik Nina yang sepertinya sedang kesal.  " Ada apa? Apa aku merepotkanmu? Wajahmu kok ditekuk begitu? " Fira bertanya karena merasa tak enak sudah merepotkan sahabatnya itu.  " Bukan itu, tadi aku sedang makan dengan Riko, tapi Adryan tiba-tiba menelponnya dan meminta dia segera kembali ke kantor" Jawab Nina sambil manyun " Cieeee yang lagi jatuh cinta" Goda Fira pada Nina. " Tau nih gak moot bercanda, aku naik ke ruanganku ya," Nina berjalan tanpa menunggu jawaban Fira,  Nina sepertinya memang sedang kesal, karena kekasih sahabatnya sudah mengganggu makan siangnya bersama Riko, yaaaa Fira sudah menceritakan semua tentang dirinya dengan Adryan kepada Nina sahabat baiknya. Nina pun sudah tau Fira dan Adryan sudah berkomitmen untuk serius dalam hubungan mereka.  Adryan Danu Atmaja Toook ,, pintu diketok, dan Adryan mempersilahkan masuk  " Maaf pak, saya terlambat karena sedang makan siang " Ucap Riko menunduk " Jika Gita kemari, jangan pernah membiarkan dia masuk" Perintah Adryan menyesali perbuatannya beberapa waktu lalu yang sudah menyatukan dirinya dengan Gita diruang kerjanya sendiri,  " Segera suruh OB membersihkan ruanganku " Perintah Adryan sembari keluar dari ruangannya dengan wajah kesal.  Riko melihat keseluruhan ruangan yang ada bercak cairan di beberapa titik, Riko tersenyum sinis.  " Dasar bos, kemarin melakukan dengan Fira, sekarang dengan Gita " Batin Riko geli.  Riko keluar dari ruangan dan menyuruh OB membersihkan ruangan bosnya yang lumayan berantakan karena aksi panas antara bosnya dan mantan kekasihnya itu.  Adryan yang sudah ada di lobby kantor langsung menuju parkiran dan melajukan mobilnya kencang untuk pulang kerumahnya, sejenak dia melupakan janjinya untuk pulang bersama Fira.  Sesampainya dirumah Adryan mandi, selesai mandi dia langsung membaringkan tubuhnya dikasur empuknya, semilir angin dari arah jendela dekat balkon membuatnya tertidur pulas. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN