Setelah obrolan Fira dan Adryan, Fira memutuskan untuk saling mengenal satu sama lain, sebelum memutuskan untuk menikah,
Sabtu yang cerah.... Viola Gunawan, putri kesayangan Fira mengikuti kemah.
Diperkemahan itu hanya siswa kelas 3 yang ikut berkemah, kegiatan kemah berjalan lancar dan menyenangkan, sampai pada dini hari, Viola merasakan sakit perut yang luar biasa, dia pun membangunkan Anisa sahabatnya
" An, anterin aku dong, kebelet nih!! " Pintanya menggoyang tubuh Anisa
Anisa tidak merespon, hanya sesekali meracau tak jelas dan kembali tidur, akhirnya Viola memutuskan untuk pergi ke sungai untuk membuang hajatnya, saat keluar dari tenda, Viola melihat yang berjaga tidur didepan api unggun sepertinya kelelahan, akhirnya Viola pergi tepi sungai dan membuang hajatnya disana, setelah selesai Viola pun berniat untuk kembali ke tenda, namun malang, dia bertemu dengan seorang pria yang sepertinya bukan dari rombongan mereka, pria itu menyeringai , Viola pun berlari tergesa-gesa, namun ternyata pria itu mengejar Viola dan berhasil menarik tangan Viola,
Pria itu menggendong Viola dan menidurkan Viola di semak-semak, Viola berteriak sambil menendang pria itu, namun sayang pria itu tak terpengaruh sedikitpun, pria itu melucuti pakaian Viola dan melahap ganas gadis malang itu, Viola diperkosa secara kasar dan brutal.
Singkat cerita viola kembali ke tenda dengan murung dan memilih tidak menceritakan kejadian yang menimpa dirinya agar tak ada yang mencibirnya.kejadian itu sungguh membuat trauma hati dan raga Viola.
Adryan dan Fira
Hubungan keduanya makin dekat dan sepertinya Fira mulai yakin Adryan tak main- main dengan hubungan mereka, namun ada Gita yang masih ambisi untuk mendapatkan mantan kekasihnya lagi.
Ruang kerja Adryan
Tokk, Riko mengetok pintu
" Masuk" Perintah Adryan
" Maaf bos, ada yang ingin bertemu dengan anda" Ucap Riko
" Siapa? " Tanya Adryan
Belum sempat Riko menjawab, Gita dari balik pintu masuk menghambur ke hadapan Adryan yang sedari tadi masih duduk di tempatnya,
" Sayang aku kangen " Gita bergelayut manja duduk di lengan kursi yang diduduki Adryan,
" Pergilah jangan menggangguku" Ucap Adryan sambil terus menatap layar laptopnya
" Kau mengusirku sayang? " Gita masih bergelayut manja tangannya membelai d**a bidang Adryan
Tanpa Adryan sadari, Gita mencium bibirnya, Adryan kesal dan berdiri dari kursinya
" Apa maumu? " Tanyanya penuh penekanan
" Aku kangen sayang " Jawab Gita tanpa rasa malu
" Keluarlah, aku tak punya waktu untuk mengurusimu" Ucap Adryan tanpa menatap Gita
Gita berjalan kearah pintu, dan bukannya keluar, dia malah mengunci pintu itu,
" Apa yang kau inginkan? " Adryan mulai kesal karena kunci pintunya diletakkan di belahan d**a Gita,
" Aku mau kita seperti dulu sayang " Ucap Gita sembari melucuti semua pakaiannya satu per satu dihadapan Adryan,
" Hentikan!!! " Perintah Adryan sambil membuang muka, enggan melihat pemandangan dihadapannya,
Gita sudah telanjang bulat dan berjalan kearah Adryan yang sudah membelakanginya,
Gita memeluk Adryan dari belakang, " Ayo sayang, kembalilah padaku!! " Pintanya sembari membalikkan tubuh Adryan agar menghadap ke arahnya yang sudah telanjang bulat,
Adryan menelan ludahnya kasar, bagaimanapun Adryan adalah pria normal, Gita dengan payud**a sintalnya serta b****g semoknya tidak bisa ditolak lagi oleh Adryan,
Walaupun hatinya berkata tidak tapi kejantanannya berkata lain, Adryan tak mampu melihat pemandangan yang ada dihadapannya,
Gita memulai aksinya, dia memandu tangan Adryan untuk meremas payu***a sintalnya, dan Gita pun menyusuri kejantanan Adryan dan membuka sreting celananya dan memasukkannya kedalam mulut, Adryan mengerang kenikmatan, Gita terus memainkannya tanpa ampun, agar si empunya barang tertarik lagi pada kelihaiannya,
Setelah agak lama Gita memainkannya, sepertinya Adryan sudah mulai tidak tahan, dan diapun menyuruh Gita nungging dan berpegangan pada meja, Adryan pun memaju mundurkan kejantanannya, hingga akhirnya pelepasan pun terjadi dengan erangan keduanya.
Adryan berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, Gita memakai kembali pakaiannya, dan menyusul Adryan ke kamar mandi, entah sihir apa yang dilakukan Gita, Adryan kembali terhanyut dan melakukan kegiatan panas itu lagi didalam kamar mandi khusus diruangannya tersebut. Berkali-kali hingga akhirnya Riko mengetuk pintu namun taka da jawaban,
Riko sudah tau apa yang mungkin terjadi didalam sana, dan memilih mewakili bosnya memimpin rapat yang sudah 2 jam ditundanya tanpa alasan yang jelas.
Support terus ya ceritaku