Malam penuh tangis

451 Kata
Tak berselang lama setelah Adryan meminum minuman itu, dia merasa seperti gelisah, aku pun tak menghiraukannya dan aku memilih pergi ke toilet karena malas melihat pemandangan yang kurang baik dipandang,   ADRYAN "Sialan pasti Gita sudah memasukkan obat perangsang dalam minumanku" Umpatnya dalam hati Badannya terasa sangat panas dan seperti ada yang akan meledak dibwah sana,  Gita tersenyum melihat Adryan yang sudah mulai gelisah, dia mengelus-elus lengan Adryan yang sedari tadi sudah gelisah,  Tak ingin wanita itu memanfaatkan keadaan, dia langsung pergi meninggalkan wanita itu,  " Aku ke toilet dulu" Ucapnya sembari berjalan santai agar tidak memancing perhatian orang,  Gita yang sedari tadi disampingnya keheranan mengapa Adryan tidak langsung saja melampiaskan hasrat dari obat perangsang itu kepada dirinya yang memang sejak awal sudah menginginkannya,  Di Koridor hotel Aku berjalan sambil mengusap lengan dress yang aku pakai karena sedikit basah, tanpa sengaja aku menabrak sesosok pria tampan nan gagah, yaaa dia Adryan,  " Maaf aku tidak sengaja" Reflekku Adryan diam sejenak dan menarik tanganku "Ikutlah denganku" Pintanya tergesa-gesa "Mau kemana kita? " Tanyaku kebingungan Adryan tak menjawab dan terus menggandeng tanganku dan meminta Riko asistennya untuk membawakan kunci kamar hotel 301 yang tepat ada didepan kami,  Tak lama Riko datang membawa kuncinya dan menyerahkan pada bosnya itu,  " Terimakasih, pergilah" Ucapnya pada Riko,  Riko langsung pergi dan sedikit melirik kearahku dengan sinis Adryan membuka pintu kamar hotel dan masuk kedalam sambil menarik tanganku masuk.  Dia menutup pintu dan mengunci pintunya.  "Untuk apa kita masuk kesini, ada apa? " Tanyaku ketakutan  Tanpa bicara apapun dia langsung mencium bibir ku, melumatnya dan menghisap kedalamnya, tangannya meremas p*yud*raku dari balik dress, aku kaget bukan main, mencoba memberontak tapi apalah daya kekuatan wanita dibanding dengan kekuatan seorang Adryan yang tubuhnya kekar,  Dia terus mencium dengan memburu, dan dengan terburu-buru dia membuka jas yang dia kenakan, sambil terus berciuman dia membuka seluruh pakaianku, hingga tersisa Bra dan CD, entah setan apa yang memasukinya, aku memang janda sejak usia muda dan belum pernah lagi merasakan kehangatan pria manapun sejak suamiku pergi meninggalkanku, tapi diperlakukan seperti ini bukanlah hal yang aku inginkan.  Adryan menikmati setiap inci dari tubuhku, akupun menangis tanpa bisa melawan, dia terus saja melakukannya sampai pada puncak kenikmatannya, dia mengerang meraih kenikmatan itu,  Setelah pergumulan itu, dia terbaring disampingku, aku yang merasa terhina langsung memunguti pakaianku yang tadi dia buang kesembarang arah, akupun menangis, segera memakai kembali dress yang sudah Acak-acakan, dan akhirnya akupun memutuskan untuk pulang lebih dulu meninggalkan acara yang belum selesai itu tanpa berpamitan pada sahabatku,  Saat keluar kamar, aku tak sengaja menabrak seorang wanita, yaaa wanita itu adalah wanita yang tadi memberikan minuman pada Adryan, tanpa menghiraukannya aku berlalu pergi.   Support ceritaku ya, maaf kalau kurang berkenan, tapi ini kisah nyata dari temanku. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN