Riko wijaya dan Nina

328 Kata
Gita masih mencari keberadaan Adryan yang menghilang sejak pamit ke toilet, dirinya sudah membayangkan Adryan akan menidurinya malam ini setelah meminum minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsang itu, tapi apa yang terjadi, pria itu menghilang entah kemana dan bagaimana dia melampiaskan hasratnya itu.  Acara selesai tepat pukul 23.00 dan Gita tak juga menemukan keberadaan Adryan,  NiNA Sementara Nina gelisah mencari keberadaan Fira, yang sejak tadi sudah tak terlihat lagi, dan entah kemana rimbanya.  Diparkiran Nina pun tak menemukan sahabatnya itu, Nina pun akhirnya memutuskan untuk pulang.  Saat akan memesan taksi online Nina yang sibuk berjalan sambil mengutak-atik aplikasi pesan ojek online tak sengaja menabrak seseorang.  " Aaahh,, maaf, aku tidak sengaja" Refleknya sambil menatap pria yang ditabraknya ternyata Riko Wijaya.  Pria dingin, tampan menawan, asisten bos barunya kini.  " Tidak apa-apa, apa kau mau pulang? Tanyanya dengan wajah tanpa ekspresi, bahkan tersenyum pun tidak.  " Iya tentu saja ini sudah malam pak" Jawabku asal "Ini sudah malam, berbahaya kalau malam-malam begini kau pulang sendirian" Ucapnya  " Gak apa-apa pak, saya sudah biasa naik ojek online" Jawabku  "Aku akan mengantarmu, kau tunggu disini, aku ambil mobil dulu diparkiran" Jawabnya tanpa persetujuanku, dia pun berlalu pergi menuju parkiran, dan benar saja dia berhenti pas disampingku dan mempersilahkanku masuk ke mobilnya.  Akupun tak punya pilihan lain dan masuk ke mobil dengan senang hati, karena dia adalah pria yang sangat aku kagumi selama ini.  Di perjalanan kami diam tanpa bicara sepatah katapun, dan akhirnya Riko membuka obrolan dengan menanyakan harus kemana dia mengantarku,  " Dimana alamatmu, kemana aku harus mengantarmu? " Tanyanya tanpa menoleh dan tetap terus menyetir.  "Di jalan xxxxxxxxxxx" Jawabku sambil menoleh kearah wajah tampannya, aku menatapnya terus terbius ketampanan seorang Riko Wijaya,  "Kenapa melihatku seperti itu? Aku tampan ya? " Tanyanya menyadarkan lamunanku.  Aku menunduk dan tersipu malu.  Sampai didepan rumah, aku segera turun dan berterimakasih, Riko hanya tersenyum tanpa membalas ucapan terimakasih dariku,  "Mimpi apa aku diantar cowok ganteng kayak gitu" Gumamku .  Support terus ceritaku ya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN