Suami untuk putriku

434 Kata
       Namaku fira arsinta umur 37 tahun, aku memiliki seorang putri bernama viola gunawan, aku bekerja di sebuah perusahaan percetakan ternama dikotaku, aku hidup sebagai single mother, suamiku meninggalkanku dan lebih memilih menikahi wanita kaya,      Siang itu setelah selesai makan siang diseberang kantor hujan turun sangat lebat, dengan hati gelisah akupun bingung harus dengan apa kembali ke kantor yang berada diseberang jalan dalam kondisi hujan lebat seperti ini, Tiba-tiba seorang pria menghampiriku, sepertinya dia juga baru selesai makan ditempat yang sama denganku, " Eehhhhhhmmmm" Pria itu berdehem membuyarkan lamunanku, aku hanya diam terlalu dan tidak mengerti maksud dari pria itu,  "Maaf apa anda bekerja di kantor xxxxx itu?" Katanya membuka obrolan,  "Iya saya bekerja disana" Kataku dengan sedikit melirik kearah pria itu, tampan, tinggi dan berkarisma sekilas dia tersenyum manis ke arahku.  " Kebetulan saya juga bekerja di kantor xxxxx, bagaimana kalau kita menyeberang bersama, kebetulan saya membawa payung yg cukup untuk dua orang" Katanya dengan senyum yg sulit diartikan,  " Maaf apa tidak merepotkan" Aku berbasa-basi tapi dalam batinku memang ingin segera kembali ke kantor karena jam makan siang sudah selesai.  " Tidak apa-apa, ayoo " Katanya sambil membuka payung biru polos berukuran besar itu, akupun mengangguk dan berjalan disampingnya, dengan tergesa-gesa.  Sesampainya di depan kantor, aku mengucapkan terimakasih dan sekilas menatap pria tampan itu, akupun berlalu masuk ke lobby kantor segera menuju lift agar dapat segera sampai dilantai 4 tempatku bekerja,  Jam 4 sore  Akhirnya pekerjaanku selesai dan waktunya pulang, saat sedang bersiap pulang, salah satu sahabatku bernama Nina , mengajakku untuk pulang bersama, tapi aku menolak karena memang aku akan menjemput putriku dari ekstrakurikuler disekolahnya, ya putriku bersekolah di salah satu sekolah SMK swasta di kota malang, putriku adalah gadis yang manis dan cantik.  Saat masuk dalam lift aku masih berdua dengan Nina sahabatku, tak lama kemudian ada seorang pria masuk mengenakan kemeja biru, seperti tak asing, yaaaa dia adalah pria tampan yang menawarkan payung siang tadi, dia tersenyum singkat dan berbalik badan menghadap pintu lift, aku masih tak bersuara, Beberapa kali Nina mencolek lenganku tanda ingin memberitahu sesuatu, tapi aku memilih diam dan tak menggubrisnya, Setelah sampai dilantai dasar kamipun keluar, pria tadi keluar lebih dulu karena memang dia berdiri paling depan.      "Fir kamu tau gak cowok tadi siapa? Nina sahabatku heboh bertanya hal yang bahkan aku tidak tau siapa pria tadi, bagiku dia adalah pria tampan yang sudah menolongku siang tadi,     " Gak tau" Aku menggeleng karena memang tidak tau siapa pria itu    " Dia anak dari bos kita, dia baru pulang dari jakarta setelah sekian lama, dia adryan danu atmaja" Katanya antusias.  Aku mengangguk mengerti "Support karya saya "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN