BAB - 48

2416 Kata

          Saya sudah menyenangkan hati orang-orang yang ingin sekali berfoto bersama saya. Bukan. Bukan karena diri saya. Tapi karena diri saya yang memakai kostum seperti orang bodoh ini yang terpaksa harus saya lakui jika saya masih tetap ingin hidup di kota ini. Bisa. Saya bisa pulang. Tapi rasa malunya? Saya yang ngotot datang ke sini untuk menjadi orang sukses dan bisa menemukan Dien suatu saat nanti karena janji saya ingin menemuinya di kota ini tapi semuanya gagal. Saya masih tetap dalam kehidupan yang sengsara dan Dien tidak pernah datang di saat kondisi saya yang sangat memperihatinkan. Tidak ada yang mengerti dengan perasaan saya sekalipun. Saya lelah. Lelah hati, lelah batin, lelah pikiran dan juga lelah fisik.           Itulah akhirnya yang buat saya rela duduk di pinggir trot

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN