Karena keadaan yang sudah malam dan sejak saya sebelum menuju ruang manager Sintia menawarkan dirinya untuk menunggu saya agar bisa pulang bareng, padahal saya sudah memintanya untuk pulang lebih duluan tapi dia tetap memaksa untuk menunggu saya dan meminta kedua temannya pulang duluan saja. Akhirnya saya mengalah dan kami pun pulang bersama menaiki metromini. Di dalam sini tidaklah ramai. Hanya ada tujuh penumpang saja termasuk kami berdua. "Bagus kamu menghajar dia Rom, sudah keterlaluan sekali dia itu. Dia berani-beraninya menghina kamu sekaligus pekerjaan kamu. Cowok itu punya pikiran yang pendek. Dia pikir, kerja sebagai pelayan itu haram apa? Aku rasa semua pekerjaan yang dilakukan dengan tulus itu sama saja bisa disebut dengan pekerjaan yang mulia. Benar, kan, aku Rom?" Apa ini? Sa

