Roma Semua orang pada akhir sudah meninggalkannya saya di ketika saya sedang jatuh-jatuhnya menjalani hidup. Terpuruknya diri saya dalam keterbatasan yang saya miliki yang tak mampu bisa saya atasi. Saya yakini, pada sepertinya Tuhan memang tidak bersama saya. Dia meninggalkan saya seperti yang lainnya. Menerima hal pahit yang harus saya jalani seorang diri. Mengaduk semen di teriknya panas matahari. Kuliah saya yang harus terhenti sementara karena tak dapat membiayai kuliah. Pahitnya makian yang harus saya dengar dan berusaha itu pun untuk menutup telinga saya rapat-rapat tetap saja tidak semudah itu untuk saya bersikap apatis pada harga diri saya yang diinjak-injak. Kepala saya mulai berdenyut-denyut. Apa mungkin ini efek saya yang kena cahaya matahari tepat di atas kepala sa

