BAB - 53

3012 Kata

        "Apa yang terjadi Dien..." Kalimat saya menggantung di kerongkongan pada waktu saya melihat matanya yang berkaca-kaca. Air matanya meluruh tiba-tiba hingga harus membuat saya untuk menghapus air matanya. Saya tidak ingin melihat air mata itu jatuh di hadapan saya. Saya tidak ingin itu. Percakapan masih belum selesai. Dien belum mau menceritakannya. Mungkin karena tempat dan waktunya yang belum tepat. Dia ingin menyiapkan dirinya sebelum ia mampu menceritakan semua yang terjadi dalam hidupnya kepada saya. Pun akhirnya setelah makan, Dien mengajak saya untuk pergi ke Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara. Pelabuhan yang memiliki sejarah begitu besar bagi Indonesia. Tempat jual beli para pedagang asing dari luar negeri yang mendatangkan barang-barangnya yang nantinya ditukar dengan rem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN