"Aku mau tanya soal pengusaha mainan yang ada di Jakarta itu Kak?" Beberapa Minggu kemudian aku menanyakan soal pengusaha itu yang ternyata adalah sahabatku sendiri sejak kecil. Roma. Aku baru sempat menanyakannya karena kesibukan dari kedua kakak - kakak angkatku ini yang memang lumayan sibuk. Jadi, aku tidak mau terlalu mengganggu mereka lebih dulu. Pun aku juga memiliki kesibukanku di sini sebagai management consultant di perusahaan Singapura. "Roma. Tapi sekarang dia bukan pengusaha lagi, deh. Parah itu orang," kata kak Baim. Aku jelas terheran - heran dong. Kenapa bisa dibilang parah dan dibilang bukan pengusaha yang padahal jelas yang aku baca sewaktu di artikel, mengatakan Roma adalah pengusaha mainan kayu yang sukses yang berhasil mengantongi pundi - pundi

