Sintia, Aryo membantu saya berdagang di area tongkrongan anak-anak kelas atas. Urusan tempat saya berjualan juga sudah diurus sama Bang Arif. Barang-barang yang lainnya juga diangkut pakai mobil pick up, saya dan yang lain nyewa mobil pada tetangga. Bang Arif sibuk mengajak teman-temannya buat membeli makanan rujak cingur saya. Hari pertama kita berdagang, hasilnya lumayan. Laku keras. Saya dapat keuntungan yang banyak. Bahkan, ya, modal saya malah balik lagi. Saya semakin semangat berjualan lagi. Kita bertiga berdiri berderet sambil tangan-tangan kita saling merangkul. Sintia berdiri seorang diri, ikut senang tahu jika saya mendapatkan hasil yang banyak dari jual rujak cingur. Saya melipat lembaran uang tersebut. Ada banyak harapan yang saya gantungkan kepada Tuhan. Saya tidak ingin meras

