Suara itu membuat Natya menghentikan aktivitasnya, dia memaku sejenak kemudian menoleh dan sudah mendapati Bian yang berdiri tegak di belakangnya. "Bian," lirihnya sedikit ketakutan. Kedua tangannya bersembunyi dibalik punggung tampak bergetar. "Bukankah teman tidak lancang seperti ini?" sarkas Bian seraya menekankan nada bicaranya. "Aku hanya—" "Kamu punya rencana?" tebak Bian langsung menyela. Dia berjalan mendekat seraya menatap wanita itu intens mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri. "Tidak sama sekali." Suara Natya terdengar jelas sangat bergetar dan ketakutan. Raut wajahnya berubah mengerut dan matanya juga mulai memerah. "Kamu pikir aku percaya?" Bian menyeringai seraya tertawa kecil, telunjuknya mendorong pelan d**a Natya hingga membuat wanita itu sedikit memundurkan lan

