Bian menatap wanita disebelah itu ketika menyebutkan nama Reina dengan jelas bahkan seolah ingin tahu tentangnya. Dia hanya menghembuskan nafas, tahu Natya pasti sakit hati. Tapi, bukankah harusnya sudah tahu konsekuensi itu. "Kenapa? Jangan membicarakan dia kalau hanya membuat hatimu sakit." Bian menundukkan kepalanya, bukan menyindir hanya memperingatkan. Natya tersenyum menanggapi, Bian memang paham bahkan pria memang tahu dia menyukainya. Bukankah jika sudah seperti itu kejadian mengenai Reina memang disengaja? Ah, tidak. Disini Natya yang bukan siapa-siapa. "Tidak ada rasa sakit karena kamu juga sudah bilang dari awal." Bergelut dengan logikanya sendiri, Natya hanya bisa beralibi untuk tidak membuat hatinya sakit. Karena tak ada obat untuk itu selain dirinya sendiri. "Benarkah?"

