"Kalian harus benar-benar memanfaatkan waktu di sana. Kalau seminggu masih kurang bisa kok ditambah." Lina menepuk-nepuk pundak Natya penuh kasih sayang. Wanita paruh baya itu juga terlihat bahagia melihat Bian dan Natya yang akan segera pergi untuk honeymoon dengan tenang. Tanpa dia tahu, mereka sama sekali tak pernah melakukan apapun. "Mana bisa, Ma. Aku tidak bisa meninggalkan kantor terlalu lama. Lagipula satu Minggu itu juga sudah lama, kok. Iya kan, Nat?" Bian menatap Natya meminta persetujuan. Natya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, terlepas dari benar atau tidak dia hanya menyetujui ucapan Bian untuk meyakinkan mamanya bahwa dia sepemikiran dengan suaminya itu. "Jaga Natya baik-baik ya, Bian. Natya juga rawat Bian dengan baik, ya." Kali ini Ressi juga terlihat bahagia, s

