Masih diruangan yang sama. Bian tampak berdebat dengan Elvano dengan cara elegan. Tak ada kata kasar, namun kalimat yang digunakan cukup bisa dipahami sebagai kata menyakitkan. "Sepertinya saya sudah mengatakan semuanya. Intinya, dengan hormat saya meminta izin. Perlahan, Natya akan meninggalkan anda." Seringaian Elvano tercetak jelas di bibirnya. Sangat yakin dan percaya diri yang membuat Bian sedikit mengulas senyuman meremehkan pria itu. Pada kenyataannya, apa yang baru saja dikatakan Elvano sedikit mengusik Bian. Entah cukup menusuk atau tak terima semata saja. Bian merasa sangat diremehkan. "Semoga hari anda menyenangkan. Selamat pagi, saya izin pergi." Elvano benar-benar meninggalkan ruangan. Setelah memastikan pria itu sudah melenggang jauh, Bian kembali duduk di sofa. Dia terli

