Aku masih memikirkan perkataan Dirga tadi sore. Kejadian aneh di desa ini benar benar mengusikku. " Aii... kamu disini rupanya. Aku bikinin kopi. " kata Radit sambil mengulurkan secangkir kopi yang masih panas. " Makasih ya... " Kini Radit duduk di sampingku. " Ada yang kamu pikirkan?" " Hmmm.. yah, pasti aku kepikiran apa yang tadi Dirga bilang kan, Ay?" Dia mengusap kepalaku lembut lalu tersenyum," kita hadapi sama sama oke? " Aku pun mengangguk. Peeeet!! Tiba tiba lampu padam. " Aahh!!! mati lampu!!!" teriak Kiki di dalam rumah. " Ih.. lebay amat sih Ki!!! biasa aja keles!!" teriak Danu. " mati listrik, Mak!! bukan mati lampu!!! udah jadi mahasiswa kok perbendaharaan kata nya masih salah kaprah!!" gerutu Dedi. Dan akhirnya mereka berdebat di dalam rumah. Seperti biasanya.

