Pagi ini aku dan Tyas akan melakukan proker bersama. Kami akan melakukan proker dengan tema, pendampingan PAUD, yang tenyata masih sangat minim di desa ini. Walau sudah ada PAUD, namun belum berjalan dengan maksimal. Banyak orang tua yang mengganggap remeh penting nya sekolah untuk anak anak sejak dini. Aku dan Tyas berjalan bersama ke Balai pertemuan warga, teman teman yang lain sudah pergi lebih dulu untuk proker mereka. " Ta ... kamu Indigo ya?" " Hmm.. ya bisa di bilang gitu. Kenapa?" " Enak nggak? jadi indigo. Kan seru tuh." Aku meliriknya tajam, " enak apaan? kagak. Berapa kali aja aku hampir mati gara gara setan." Tyas cekikikan. Tak lama ada seseorang yang mensejajari langkah kami, dan tepat berdiri di sampingku. " Eh, Dirga..." seru Tyas dengan semangat 45. Dirga hanya

