Siang tadi Radit dan Kak Arden membeli walkie talkie, untuk memudahkan kami berkomunikasi selama di desa ini. Dan masing masing memegang 1 walkie talkie. Malam ini kami berkumpul di ruang tamu, sibuk dengan pekerjaan dan laptop masing masing. Tak lama aku pun menguap dan mundur hingga bersandar pada punggung kursi. Radit yang duduk di sampingku lalu menoleh sedikit. " Ngantuk?" Aku mengangguk lemas. " Ya udah bobok aja sana.. Buat besok lagi deh." Aku memeluk lengan nya erat sambil memejamkan mataku. Otomatis Radit ikut memundurkan tubuhnya menyejajariku. Tangan sebelahnya membelai kepalaku lembut. Cup. Dia pun mengecup keningku. Dan dia pun langsung memelukku erat. "kamu nggak apa apa kan sayang?" " nggak apa apa kok ay.." " kamu mau bobok sekarang?" " hmm..iya.." " Ya uda

