" Dek...." Kak Arden masuk kamarku dan berdiri di ambang pintu sambil menyilangkan kedua tangannya didepan. " Masih sakit?" " Masih pusing Kak. Lemes." " Hmmm.. Ada yang nyari tuh di luar?" Aku mengerutkan kening, " Siapa?" tanyaku malas malasan. " Dirga. Kamu makin akrab sama dia?" tanya Kak Arden penuh selidik. " Biasa aja kok. Radit juga makin akrab sama Ester." Kak Arden berdecak, " Terus harus kamu balas dengan perlakuan yang sama? hmm... Jangan gitu dong Dek. Kakak tau kamu kesel sama Radit, tapi kamu juga jangan mainin perasaan Dirga. Kalau dia baper beneran sama kamu gimana?" " Bodo amat. " kurapatkan selimutku sampai leher. " Ya udah, Kakak suruh ke sini aja ya. Tapi kamu hati hati, cobalah bersikap dewasa Dek. Kakak yakin, Radit nggak punya pilihan, tapi kamu.. kamu mas

