Part 3 | Mommy For Kyra

1129 Kata
Sherly sudah sampai di rumah, ia mencuci Ikan yang di beli dan mulai memotong menjadi beberapa bagian untuk di masak. Butuh waktu satu jam agar masakannya selesai, sherly pergi memanggil kedua adik dan orang tuanya untuk makan siang bersama. Sementara bi Mina merapihkan dan menyiapkan makanan yang telah di masak tersebut. Makan siang kali ini cukup tenang karena tidak pertengkaran kecil antara sherly dengan sang adik. "Sher, sehabis membersihkan makan siang ada yang mau papa sampaikan" ucap sang papa saat ia hendak mengambil piring kotor untuk di cuci. Sherly hanya mengangguk patuh dan pergi ke rak cuci piring. Setelah selesai mencuci, sherly pergi menemui sang papa di ruang keluarga. Kebetulan di sana ada Mama dan sang adik. "Ada apa pah?" Tanya sherly, ia duduk di samping adiknya sambil mengemil snack yang telah ia beli. "Bukan apa-apa, papa cuman mau tanya, kamu gak ada niat untuk ikut CPNS?" Tanya sang papa Sementara adik dan Mama-nya yang sebelumnya fokus pada televisi kini menatap dirinya. "Kalau soal itu aku belum kepikiran, karena aku masih nyaman kerja di perusahaan swasta" terang sherly. "Tapi gak ada salahnya kan kamu coba? Kalau kamu lolos CPNS papa bisa rekomendasikan kamu ke salah satu dinas di kota ini" bujuk sang papa. "Makasih buat tawaran papa, tapi aku belum kepikiran untuk ikut CPNS" "Coba pikirkan lagi teh, siapa tau cocok kan? Lagi pula, yang mama liat banyak kelebihan kalau kamu jadi PNS" "Iya mah aku tau, tapi aku belum kepikiran untuk daftar CPNS. Izinkan aku untuk berfikir soal hal ini" ucap sherly. Kedua orang tuanya tak lagi berkomentar, mereka hanya menyampaikan pendapat. Papa-nya berharap sherly dapat mengikuti jejaknya. o0o Setelah acara makan siang, Kyra di suruh sang nenek untuk pergi ke kamar dan tidur siang. "Bi mika" panggil Kyra sebelum tidur. "Iya nona muda?" "Nanti core kita jadikan ke taman kota?" "Tentu saja nona muda, kalau Nyonya Denita mengizinkan kita akan ke taman kota" ucap bi mika, wanita paruh baya itu sudah mengabdi dari Tuan Erick masih berusia dua tahun. "Yey, nanti di taman kota. Kyla boleh tidak beli pelmen gula?" Tanya Kyra girang "Tidak, bukankah tadi Nona muda sudah memakan ice cream dan permen?" Raut wajah Kyra langsung mendung. "Tapi, kyla pengen makan pelmen gula. Teman-teman kyla di day cale celita kalau meleka pelnah makan pelmen gula" "Baiklah nanti kita makan permen gula, tapi harus janji jangan bilang sama Nyonya Denita nanti kita kena marah" bujuk bi mika. "Ciap bos" ucap Kyra semangat, lalu tak lama ia tidur. oOo Sore hari sherly izin kepada orang tuanya untuk pergi jalan ke taman kota. Sherly menaiki mobilnya dan mulai melaju menuju Taman kota. Sesampainya di parkiran, sherly keluar dan mulai berjalan santai. Minggu ini pikirannya cukup suntuk karena pekerjaan dan di tambah permintaan sang papa agar dia daftar CPNS. "Hah... akhirnya aku bisa menghirup udara segar" ucapnya di sela-sela hembusan nafasnya Ia memilih duduk di bangku taman sambil melihat anak-anak kecil main. Melihat anak kecil itu, membuat dirinya ingin cepat-cepat menikah. Ia sering berkhayal memiliki anak yang manis dan mengemaskan, ia sangat terobsesi dengan anak kecil. Ia sangat menyukai anak kecil. Saat Asik melihat anak kecil yang sedang bermain, pandangannya tiba-tiba terfokus pada anak balita yang berada di tengah jalan, anak balita itu terlihat sedang berjalan sendirian tanpa dampingan orang tua. Ia melihat kesebelah kanan, di sana ada orang mengendarai sepeda sambil mendengarkan lagu dan dari pandangannya, sepertinya pengendara itu kurang fokus. Sherly lekas menghampiri anak balita itu dan segera melindunginya dari pengendara sepeda, anak balita itu nampaknya sangat terkejut terlihat dari tatapannya. "Baby Girl, are you Okay?" Tanya sherly kepada anak balita tersebut. "Mommy" ucap sang anak secara spontan. "Mommy? Kau sedang mencari mommy mu?" Tanya sherly sembari melihat ke kanan dan ke kiri. Anak balita itu menggeleng pelan, ia memperhatikan sherly dengan intens dan itu sedikit membuat sherly tak nyaman. "Siapa namamu anak kecil?" Tanya sherly sembari mendudukkan sang balita ke bangku taman. "Kyla" balasnya dengan akses cadelnya yang terdengar lucu "Nama kamu kyla?" Ulang sherly "bukan kyla mommy, tapi kyllla" balas balita manis itu "Oh, Kyra ya? Kalau nama panjang Kyra siapa?" Tanya sherly kembali "Kyla aileen Andelson, mommy" balasnya dengan cadel "Tante mau tanya, kamu kesini dengan siapa?" "Tadi Kyla ke sini sama bi Mika, tapi tadi Kyla meminta Bi Mika untuk membelikan pelmen gula di cana" ucap Kyra sambil menunjuk tempat permen gula yang berada lumayan jauh dari bangku taman. "Lalu?" Tanya sherly penasaran "Lalu, Bi Mika berpecan cama kyla untuk menunggu di citu, dan jangan kemana-mana karena bi Mika akan kembali. Tapi kyla melanggal ucapan bi Mika kalena ada kupu-kupu cantik yang telbang" jelas Kyra dengan detail. 'Astaga, dia masih kecil namun cara bicaranya sepeti anak berusia enam tahun' batin sherly "Memangnya mommy dan daddy Kyra kemana kok gak ikut ke sini?" "Daddy cedang sibuk di kantol, dan mommy kata glanma, Mommy Kyla cudah pelgi ke sulga" ucapnya polos, perkataan polos itu mampu membuat Sherly terdiam, ia merasa bersalah menanyakan hal itu kepada Kyra. "Mommy, aku ingin ice cleam itu" tunjuk Kyra malu-malu. "Kamu ingin ice cream itu?" Kyra hanya mengangguk malu. "Baiklah, mari kita beli ice cream" sherly segera menuntun Kyra berlajan ke tempat ice cream. "Yey, Telimakacih mommy" ucap Kyra senang Selama membeli es krim, sherly nampak memikirkan sesuatu. Ia merasa familiar dengan wajah anak ini. Wajah anak ini mirip dengan balita yang ia jumpai di supermarket tadi siang. "Kyra, tante mau tanya" "Tanya apa mommy?" Balas Kyra sambil menikmati es krimnya. "Tadi siang Kyra pergi ke supermarket tidak?" Kyra hanya mengangguk kepalanya lucu. "Iya mommy, tadi ciang kyla pelgi ke supelmalket lalu kyla ketemu dengan mommy. Mommy yang ambilin kyla cnack kan?" Tanya Kyra. "Iya, ternyata kamu ingat. Tante kira, tante salah orang" balas sherly. "Bukan tante! Tapi mommy" ujar Kyra membenarkan ucapan sherly. Sherly nampak ragu menganggap dirinya sebagai Mommy dari balita ini. "Baiklah, mommy" Kyra beranjak dari duduknya lalu berdiri di depan sherly. "Ada apa, baby Girl?" Tanya sherly saat melihat Kyra berdiri di depannya. "Kyla mau di pangku cama mommy, boleh?" Tanya Kyra dengan mata penuh harapan. Sherly mengiakan dan mulai memangku Kyra, ia menjatuhkan kepala Kyra di dadanya dan mengelus rambutnya penuh sayang. "Kyra bilang, tadi Kyra kesini dengan bi mika. Sekarang dimana bi mika? Pasti bi mika sekarang sedang sibuk mencari Kyra" "Bi mika ada di tempat pelmen gula, dan kyla tadi duduk di bangku ujung cana" balas Kyra. "Kalau gitu, mommy anterin Kyra ke bi mika ya? Kesian bi mika pasti nyariin kamu" Kyra hanya mengangguk kepalanya di d**a Sherly. "Tapi gendong ya mommy" ucap Kyra merajuk "Baiklah" sherly mulai berdiri dan pergi ke bangku taman di ujung sama bil mengendong Kyra. Hanya butuh waktu lima menit untuk sampai di bangku tempat semula Kyra, di sana Sherly melihat wanita paruh baya nampak khawatir dan takut. Sherly menghampiri wanita paruh baya itu dan mulai menyapanya. "Permisi, apa benar dengan bi mika?" Sherly menepuk pundak Bi mika. Bi mika nampak terkejut melihat wanita muda sedang mengendong Nona muda. "Iya saya sendiri, ada apa ya?" Tanya bi mika. "Ini saya mau mengembalikan Kyra, tadi ia hampir di tabrak pengendara sepeda dan saya menolongi dirinya" jelas sherly, sherly menaruh Kyra yang tertidur di Baby stroller. "Terima kasih banyak sudah menolong anak majikan saya, nyonya" ucap bi mika tulus. "Kasih di terima, saya juga Berterima kasih karena bisa mengenal balita lucu ini. Sebelumnya mohon maaf bi Mika, tadi Kyra meminta Es krim. Karena saya tak tega jadi saya belikan dia satu es krim" terang sherly. "Tak masalah nyonya, sekali lagi Terimakasih" bi mika membawa Kyra yang tertidur ke dalam mobil. 'Semoga kita bertemu lagi baby girl' ... sampai bertemu di part selanjutnya dengan jumlah dukungan yang setidaknya setengah dari jumlah pembaca. tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN