Part 4 | Mommy For Kyra

1380 Kata
setelah sampai dirumah, kyra bangun dan merengek kepada bi mika. "Bi mika, mommy kemana?" kyra bangun dari tempat tidurnya, dan mulai mencari Mommy-nya. "Ada apa non?" tanya bi mika saat melihat anak asuhnya. "bi mika, mommy kemana? mommy gak ikut pulang ke lumah ya?" tanya kyra "maaf non, mommy gak ikut ke rumah karena sedang sibuk" alibi bi mika. "mommy cibuk? telus mommy nanti akan kembali ke lumah gak?" tanya kyra dengan air mata yang siap menetes. bi mika nampak bingung harus menjawab, untung nyonya Denita datang tepat waktu. "ada apa ini? kenapa cucu grandma menangis?" tanya Nyonya denita, ia mesejajarkan tubuhnya dengan tubuh sang cucu. "Glandma, tadi kyla beltemu dengan mommy di taman. telus pac kyla bangun mommy cudah gak ada. padahal tadi cebelum tidul kyla di gendong mommy" ucap kyra sesengukan. "kenapa kyra yakin kalau itu mommy kyra?" "soalnya kemalin malam glandma bilang, katanya kyla macih punya mommy di bumi" ucap kyra polos. nyonya Denita mulai menyesal mengucapkan hal itu pada kyra. "kyra tau tidak rupa mommy kyra seperti apa?" tanya nyonya denita. "glandma ingat tidak, tadi ciang ada kakak cantik yang menolong kyla mengambil cnak?" nyonya denita hanya mengangguk kepalanya. "itu mommy kyla, glandma. pokoknya kyla mau mommy itu jadi mommy kyla" kekeuh kyra. o0o setelah makan malam, Erick menyisihkan sedikit waktunya untuk bermain bersama purinya sebelum tidur. "daddy" "yes princess?" "tadi core kyla beltemu dengan mommy, mommy cantik cekali daddy" jelas kyra, Erick nampak menegang. "Mommy? bukankah kyra tau kalau mommy sudah tenang di surga" "kyra memang tau daddy, tapi kata glandma. Kyla masih memiliki mommy di bumi" "terus? apa yang kyra lakukan dengan mommy di taman?" "tadi di taman, kyla di belikan ice cleam. kyla di pangku cama mommy lalu kyla di gendong cama mommy campai tertidul" jelas kyra. "lalu?" "cudah" ucap kyra masih memaikan mainan barbienya. "daddy" "apalagi princess?" "kyla mau minta cecuatu boleh tidak?" "apapun untuk princess pasti akan daddy kabulkan" "kyla, ingin memiliki mommy" deg erick menegang di tempat, ia tak menyangka akan secepat ini anaknya meminta seorang ibu. "tapi princess, itu bukan hal mudah sayang" "daddy" rajuk kyra. "daddy tak janji ya, sekarang kyra tidur ya? sudah malam" kyra merapihkan mainannya di bantu sang ayah. Erick mendongengkan kyra sebuah cerita sampai kyra mulai menutupkan matanya untuk pergi ke pulau kapuk. "selamat malam princess kesayangan daddy" o0o senin pagi, sherly sudah rapih dengan seragam kantornya. "Teh, mulai hari ini dan seterusnya kamu pergi dan pulang kantor dengan Mang ujang ya?" ucap sang mama sambil mengasih bekal untuk sherly. "tapi mah? nanti kaila dan papa berangkat dengan siapa?" tanya sherly bingung. "papa bisa pergi dengan supir yang sudah di siapkan dari kantor, untuk kaila mama bisa mengantar dan menjemput dia" terang sang mama. "mah, tapi sherly gamau" "nak, bukankah ongkos pulang-pergi kamu jadi bisa di tabung?" "baiklah ma, tapi untuk hari ini saja ya? besok dan seterusnya aku lebih baik bawa mobil sendiri" jelas sherly. "kenapa harus bawa sendiri kalau ada mang ujang?" "biar mama gak capek antar-jemput Kaila, dan biar mang ujang saja yang antar-jemput kaila" "baiklah, terserah kamu. bekalnya jangan lupa di makan! makan bareng teman kamu juga, mama lebihkan porsi makan kamu" ujar sang mama. "oke ma, aku berangkat dulu. Assalamualaikum" sherly menciup punggung tangan sang mama dan mulai masuk ke dalam mobil. saat waktu hampir menunjukan makan siang, sherly sudah bersiap menyantap bekal yang di bawa namun harus ia urung karena kepala divisinya memanggil. "Sher, kamu bisa gantikan mbak kasih laporan keuangan pada Mister Erick gak?" "kenapa memangnya mbak?" tanya sherly "Mbak mau izin pulang, karena anak mbak demam" terang Eka "baiklah, semoga anak mbak cepat sembuh" sherly menutup bekal makannya dan mengambil laporan yang ada di tangan Eka. "terimakasih banyak ya, maaf kalau mbak ngerepotin" setelah mengambil laporan, sherly langsung pergi ke lantai paling atas yang berada di kantornya. saat di lift jantung sherly berdetak kencang, ia sangat takut dan segan bertemu dengan Owner sekaligus CEO perusahaan. sherly merasa tak berhak bertemu dengan CEO itu, karena ia hanya karyawan biasa dan tidak punya hak bahkan wewenang bertemu dengan Atasannya. sherly berusaha menetralisir jatungnya yang berdetak kencang karena grogi sekaligus takut. "calm down sher, hanya memberikan laporan lalu segera kembali" ujar sherly menenangkan detak jantungnya. Ting! pintu lift terbuka, sherly sedikit merapihkan pakaiannya dan mulai berjalan ke ruang sekertaris. "permisi" ujar sherly "ya, ada yang bisa saya bantu?" balas sang sekertaris. "saya ingin bertemu dengan Mr. Erick, apakah bisa?" "apa anda sudah membuat janji dengan Mr. Erick sebelumnya?" "sebenarnya saya mewakili bu Eka untuk menyerahkan hasil laporan keuangan pertengahan tahun." "kalau begitu, mari ikut saya" sekertaris itu mengantar sherly ke depan pintu yang cukup besar. pintu di ketuk sebanyak tiga kali, hingga sherly dapat mendengar suara atasannya menyuruh mereka berdua masuk. "Permisi sir, perwakilan dari divisi keuangan ingin memberikan laporan" lapor sang sekertaris. "baiklah, kamu boleh keluar" ujar erick dingin. sherly hanya dapat menelan ludahnya dengan kasar saat ditinggal berdua dengan sang atasan. sherly memberanikan diri menuju meja sang atasan. "Permisi Sir, mohon maaf saya menganggu waktunya, saya izin memberikan hasil laporan pertengahan tahun" ujar sherly formal. sherly bersyukur saat sekolah menengah ia sempat mengikuti organisasi di sekolah, sehingga ia tidak kaku saat berbicara formal. "silahkan taruh di meja, kamu boleh pergi" ujar Erick, matanya masih fokus pada berkas-berkas yang berada di hadapannya. "baik sir, kalau begitu saya permisi, terimakasih" sherly mengundurkan diri dan mulai berjalan menuju pintu. "tunggu sebentar" jantung sherly berdetak tak karuan, pikiran negatif mulai menghatui dirinya. sherly bertanya-tanya dalam hati kenapa atasannya memanggil dirinya, 'apakah pakaianku ada yang salah?' 'apakah aku kurang sopan tadi?' sherly membalikan badannya menghadap sang atasan. "apakah kau sibuk? maksud saya, apakah kau bisa membelikan saya makan siang di luar?" ujar sang atasan. sherly mengeryit dahinya sesaat, lalu ia mulai tersenyum kecil. "maaf sir, saya harus menghabiskan makan siang yang telah disiapkan oleh mama saya, karena jam istirahat tinggal beberapa menit lagi" jelas sherly. "bekal? kau membawa bekal?" ucap erick tak percaya, erick tak percaya masih ada karyawannya yang membawa makanan dari rumah. "ya sudah kalau begitu, bekalmu untuk saya saja. bagaimana?" "yang benar saja sir, mama saya menyiapkan bekal untuk saya. kalau anda ingin, kita bisa berbagi bagaimana? kebetulan mama saya membawakan bekal lebih" terang sherly jujur. "tidak masalah, saya tunggu tujuh menit dari sekarang" sherly keluar dari ruangan erick dengan mendumel, ia tak menyangkan atasannya selain bersifat dingin, jutek, mengintimidasi juga menjengkelkan. "bukankah dia memiliki seorang sekertaris? kenapa tidak menyuruh sekertarisnya saja? kenapa malah aku yang kena" gerutu sherly selama di lift. sherly segera keluar dari lift dan mengambil kotak bekal yang berada di tasnya. dengan cepat ia pergi kembali keruangan Erick. sherly tidak mempunyai waktu lama, ia hanya mempunyai waktu tiga menit untuk segera sampai keruangan Erick. sementara di dalam lift sherly menghabiskan waktu dua menit untuk sampai ke lantai tempat erick. sherly telah sampai di depan ruangan erick, ia mengetuk pintu tersebut hingga terdengar suara dari dalam. "permisi sir" "kau terlambat sepuluh detik nona" ucap Erick dingin. "maafkan saya sir" ujar sherly. "sebenarnya saya sudah tidak berselera untuk makan, tapi saat mencium aroma dari bekal mu mebuat selera makan sayakembali. untuk kali ini kau saya maafkan, tapi kalau selenjutnya kau terlambat saya tak segan-segan untuk memotong gajimu bahkan mengeluarkanmu dari kantor ini" "baik sir, sekali lagi saya minta maaf" "duduk di sofa itu, saya akan segera kesana" sherly menuruti perintah sang atasan. ia duduk di sofa sambil membuka makanannya. sherly masih tak menyangka kalau dirinya yang notabennya Karyawan baru bisa makan bersama Erick, pria yang di segani di dunia bisnis. erick menghampiri sherly, ia mulai duduk di depan sherly. "apa yang ibu mu bawakan?" tanya erick saat melihat beberapa lauk pauk yang nampak asing di matanya. "Mama saya membawakan, ikan Mujair, sayur bayam, sambal goreng terasi dan Tempe serta buah mangga" terang sherly. Erick menatap ragu semua makanan yang berada di hadapannya. "apa ini semua bisa di makan?" tanya erick "tentu saja sir" ujar sherly mulai jengah, sherly mulai menyendok masakan sang ibu dan melahapnya. erick menatap cara makan sherly, ia mengikuti teknik makan sherly. sherly yang melihat bahwa Erick terlihat kaku saat mengambil lauk pauk menghentikan makannya. "apa ini pertama kalinya sir memakan masakan rumahan seperti ini?" Erick menatap sherly dan mangangguk kepalanya. "ya" "lalu selama ini sir memakan masakan seperti apa?" tanya sherly. "kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya erick dingin. "bukan apa-apa, saya hanya penasaran saja" jelas sherly. "bisakah kau memisahkan tulang ikan itu? aku ingin memakannya" sherly mentap erick aneh. "anda tidak tau cara memisahkan ikan dari tulangnya?" tanya sherly tak percaya. "kenapa? apa ada yang salah? selama ini saya makan yang sudah tidak ada tulangnya. dan ini pertama kalinya saya memakan ikan dengan tulang" balas erick "baiklah, lihat cara saya sir. pertama ambil daging ikan, lalu lihat di dalam daging ikan tersebut apakah ada tulang atau tidak. jauh lebih enak saat kau memisahkan daging dengan tulang menggunakan tangan, jika ada tulang seperti ini anda bisa tarik tulang tersebut dan taruh tulang tersebut ke wadah yang berbeda" erick mendengar dan melihat apa yang di peraktikan sherly. ia mulai bisa memisahkan tulang dengan daging ikan walau masih terlihat kaku. selanjutnya acara makan siang berjalan tanpa ada suara, sherly maupun erick menikmati masakan yang di bawa oleh Mama Yola, ibu sherly. "terimakasih untuk makanannya, jujur ini pertama kalinya saya memakan masakan seperti tadi dan rasanya sangat enak sekali" "sama-sama sir, kalau begitu saya undur diri. terimakasih" sherly keluar dari ruangan erick dengan menenteng bekalnya yang sudah kosong. "wanita aneh namun unik" ujar erick saat melihat pintu tertutup. ... TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN