Part 5 | Mommy For Kyra

1190 Kata
jam sudah menunjukan pukul empat sore, yang berarti sudah memasuki jam pulang kantor. sherly merapihkan mejanya dan bersiap untuk pulang. "pulang dengan siapa sher?" tanya Karina teman dekatnya selama bekerja di kantor. "Iya kar, aku pulang dengan supir. kau sendiri langsung pulang atau bagaimana?" "Aku mau nonton dulu dengan pacarku" "iya kar, kamu enak sudah punya gadengan. coba aku?" ucap sherly. "hahah, nanti aku minta kekasihku untuk mencarikan pacar buatmu. teman kekasihku tampan dan mapan" bals karina dengan kedipan mata. "boleh, aku tunggu ya" jawab sherly antusias. "yasudah, kalau gitu aku duluan. Nando sudah menjemputku" "oke, hati-hati karina" sherly menunggu mang ujang di bangku soa yang berada di lobby. sambil menunggu sesekali sherly memainkan ponselnya dan memasang earpods untuk mendengarkan. hampir lima belas menit sherly menunggu sampai ia melihat mobil alphard sudah berada di depan, dengan segera ia beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri mang ujang yang sudah menunggu di mobil. mang ujang keluar dari mobil dan membuka pintu belakang untuk di naiki Sherly. sherly hanya tersenyum kecil dan mengucapkan kata terimakasih. "terimakasih mang" ujar sherly mang ujang hanya tersenyum dan mengangguk. Erick keluar dari lift dan pandangannya terfokus pada sherly. ia tak menyangka kalau sherly berasal dari keluarga yang mampu. Erick tersenyum, senyum yang sulit di artikan. o0o Hari berganti dengan cepat, hari senin telah berganti menjadi hari sabtu. "Teh, girl's time yuk" ajak Alya, adiknya yang sedang pulang karena libur semester. "boleh, mau apa? Salon? perawatan? shopping?" tawar sherly. "Shopping sekalian nyalon, mumpung papa lagi dinas" "ok, ajak mama sama Kaila gak?" "ajak, biar semua mama yang bayar" balas Alya dengan tawanya sherly hanya tersenyum kecil dan mengelengkan kepalanya. "yaudah, aku mau rapih-rapih dulu. kamu jangan lupa ajak mama sama kaila, kita berangkat dua jam lagi biar gak kesorean" ujar sherly lalu pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap. sherly, kedua adiknya dan sang mama menghabiskan waktu cukup lama di salah satu mall bergengsi di ibu kota. From : Mbak Eka sher, kamu sedang dimana? sherly bingung, kenapa kepala divisinya menghubungi dirinya di hari libur seperti ini. To : Mbak eka aku sedang di luar mbak, ada apa? From : Mbak eka Mr. Erick ingin menemui dirimu karena laporan kita gak lengkap. To : Mbak eka  kok bisa mbak? bukannya waktu mbak kasih aku laporannya sudah lengkap ya? From : Mbak eka mbak juga gak tau, tiba-tiba mbak di telfon sama Mr. erick, dia minta kamu menemui dirinya To : Mbak eka sekarang banget mbak? From : Mbak eka iya, beliau sudah menunggumu di kantor. To : Mbak eka Yaudah deh mbak, aku segera ke sana. makasih ya sherly mematikan handphonenya dan pamit kepada sang mama karena ada pekerjaan mendadak. untung hari masih sore, dengan segera ia menaiki angkutan umum dan segara pergi ke kantor. setelah sampai di kantor sherly hanya melihat beberapa karyawan yang masih bekerja. ia menaiki lift dan pergi ke lantai tempatnya bekerja. ia sengaja pergi ke ruanganya terlebih dahulu untuk mengambil soft copy yang di berikan Mbak Eka kepada semua pegawai Divisi Keuangan. setelah menyalin soft copy kedalam flashdisk ia langsung pergi ke ruangan atasannya. sherly mengetuk pintu sang atasan, lalu tak lama suara dari dalam menyuruh dirinya untuk masuk. sherly masuk kedalam ruangan tersebut, ia membungkukan badannya sopan. "selamat sore sir, ada apa anda memanggil saya?" "saya tak pernah merasa memiliki karyawan yang sangat teledor seperti dirimu, kenapa hasil laporan keuangan ini hanya setengah? kau tau bukan kalau laporan hanya setengah begini bisa membuat perusahaan rugi?" "maaf sir, tapi sebelum saya memberikan kepada anda. kepala divisi saya sudah mengecheck dengan baik dan Laporan masih utuh" "saya tidak menerima alasan apapun, sekarang tolong ketik ulangan semua laporan ini" "tapi saya sudah memiliki softcopy hasil laporan tesebut" tlak sherly. "saya tidak meminta softcopy, dan saya tidak mengizinkan diri anda untuk menyalin hasil" ujar Erick tanpa bantahan. sherly mengepalkan tangannya kesal, bagaimana bisa dirinya harus mengetik ulang hasil laporan padahal hari ini adalah hari libur, dengan kesal sherly mengangguk dengan senyum palsunya dan mulai pergi meninggalkan ruangan tersebut. namun lagi-lagi sang atasan memanggilnya. "Mau kemana kau?" "saya izin kembali ke ruangan, karena saya harus mengerjakan hasil laporan seperti yang anda minta" "saya memang menyuruhmu mengerjakan hasil laporan itu, tapi apa saya menyuruhmu untuk pergi dari ruangan ini?" sherly hanya menggeleng kepalanya polos. "tidak bukan? jadi kau harus mengerjakannya di situ, di sofa itu" sherly hanya mengangguk, ia mulai duduk di sofa itu dan membuka Laptop yang sudah tersedia di situ. cukup lama sherly mengerjakan laporan tersebut, ia tak menyadari kalau hari sudah mulai malam. sherly tersenyum girang saat melihat hasil laporannya sudah selesai. sherly mengeprint laporan tersebut dan memberikan kepada Erick. "ini sir, laporan yang anda minta" ucap sherly girang. "Cepat sekali, apa kau yakin semua sudah benar dan lengkap? tanpa ada kekurang?" "siap sudah sir, anda bisa melihatnya sendiri jika tidak percaya" Erick menerima laporan dan melihat, ia mengangguk-anggukan kepala. "kalau begitu, apa saya sudah boleh pulang?" "kau pulang naik apa?" bukannya menjawab, erick malah bertanya kembali. "dengan angkutan Online sir" "kalau begitu kau pulang dengan ku saja" "tapi sir-" "saya tidak menerima bantahan, kemasi barang-barangmu dan kita pergi" ujar Erick final. Sherly hanya dapat mengikuti kemauan erick. ia mengemasi barang-barangnya dan mengikuti Erick dari belakang. "Kenapa kau di belakangku? kau bukan sekertarisku, jadi berjalan di sampingku" sherly mempercepat langkahnya agar bisa sejajar dengan erick. erick membawa sherly pergi ke rumah makan mewah yang berada di ibu kota. "untuk apa kita kesini sir? bukankah anda ingin mengatar saya pulang?" "memang saya akan mengantarkan dirimu pulang, tapi isi perut terlebih dahulu" Erick keluar dari mobilnya dan mulai memasuki rumah makan tersebut. sherly lagi-lagi hanya dapat mengikuti perintah Erick. sherly sudah cukup lama menahan rasa marahnya pada sang atasan. Erick maupun sherly duduk di bangkunya masing-masing. "kau ingin memakan apa?" "samakan dengan anda saja sir" jelas sherly, erick hanya menganggukan kepalanya dan mulai memesan makanan kepada pelayan. saat menunggu makanan datang ponsel sherly berdering, ia mengambil handphonenya yang berada di dalam tas Guccinya. sherly mengangkat ponselnya saat melihat nama sanga mama yang menelfonnya. "assalamualaikum mah" "waalaikumsalam, kamu dimana teh?" "sherly sedang makan malam mah" "dengan siapa? kamu gak makan malam di rumah?" "maaf ma, malam ini sherly makan malam dengan teman" "oke, jangan pulang terlalu malam ya?" "iya mah, kalau gitu sherly tutup dulu ya. assalamualaikum" "waalaikumsalam" tepat saat sherly mematikan sabungannya dengan sang mama, ponsel Erick berbunyi. erick langsung mengangkat ponselnya. "Daddy" teriak Kyra girang saat panggilan di angkat. "Iya sayang, ada apa?" sherly menatap erick dengan lekat, sherly menilai sang atasan. 'apakah erick sudah memiliki istri? kalau benar erick sudah istri atau kekasih, berarti sekarang aku sedang makan malam bersama suami atau bahkan kekasih orang lain' batin sherly "daddy kenapa belum pulang?" "daddy akan pulang sebentar lagi" sherly menatap Erick geli saat menyebut dirinya dengan kata 'Daddy' "benarkah?" "iya sayang, ada apa hmm?" "tidak ada, kyla hanya lindu dengan daddy. coalnya akhil-akhil ini daddy cangat cibuk cekali" "maafkan daddy ya? daddy akan menepati janji daddy kalau besok kita akan jalan-jalan" "celiuc ya daddy, kalau campai daddy bohong. nanti kyla malah becal! kyla nanti mau pelgi aja dali rumah lalu pelgi ke lumah mommy" "iya sayang, daddy serius. sekarang daddy tutup dulu ya telfonnya?" "jangan daddy, kyla mau lihat daddy sedang apa" "daddy sekarang sedang makan dengan teman daddy" "kyla mau lihat daddy" erick yang tak ingin anaknya menangis akhirnya mengalihkan panggilan biasa menjadi panggilan vide. saat erick memperlihatkan Sherly, Kyra di panggil sang nenek. alhasil kyra tidak bisa melihat sherly. "Kyra, sudah dulu telfonan dengan daddy. sekarang waktunya kita malam" erick dapat mendengar bahwa ibunya berteriak memanggil kyra. "iya glandma, daddy cudah dulu ya, glandma cudah memanggil kyla untuk makan malam" telfon di matikan dengan senyuman yang belum luntur du wajah Erick. Selama Erick mengangkat panggilan, sherly diam-diam curi pandang ke arah erick. ia melihat bagaimana raut wajah erick yang nampak berserimenerima panggilan tersebut. 'siapapun yang menelfon erick, aku sangat meminta maaf karena sudah makan malam bersama lelakimu' .. Yah kyra gak sempet ngeliat "Mommy", padahal Mommy yang kyra maksud sedang makan malam dengan daddynya TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN