Part 6 | Mommy For Kyra

1589 Kata
sherly sudah sampai di rumah beberapa menit yang lalu, ia langsung merebahkan dirinya di kasur tanpa mandi terlebih dahulu. sherly berjalan dengan malas ke ruangan pakaian miliknya, ia mengambil pakaian tidur berwarna biru navy. sherly sudah selesai dengan aktifitas rutin malamnya, saat dirinya ingin memejamkan mata. ponselnya berdering. "Ya allah, siapa sih yang malam-malam menelfon?" dengan kesal Sherly mengambil ponselnya dan mengangkat sambungan telfon. "assalamualaikum sherly" pekik suara di seberang sana dengan girang. "waalaikumsalam, kenapa?" "Sher, besok kan libur. Kita ke Dufan yuk? sekalian senang-senang kita sher, gimana?" Tanya Zeline, teman kantornya "Dufan? Besok? Gak ah, aku mau rebahan aja Lin" "Yah sher, ayolah ikut ya? Masa tega Biarin Temennya ke Dufan sendirian" "Gamau lin, aku mau rebahan aja" kekeuh Sherly. "Aku traktir deh, gimana?" Tawar Zeline. Sherly nampak diam, ia belum menjawab. Ia masih menimbang-nimbang apakah ikut atau tidak. "Serius nih traktir?" Tanya sherly memastikan. "Iya, Masa kamu gak percayaan banget sama aku" "Oke deh, jam berapa?" Tanya sherly, terdapat nada antusias di sana. "Jam sembilan, nanti aku ke rumah Kamu ya?" "Oke, berarti pake mobil kamu kan?" Tanya sherly. "Enggak lah, pake mobil Kamuaja. Besok aku dateng ke rumah kamu di anter sopir" balas Zeline dengan ketawa devil-nya "s****n, kalau pake mobil aku berarti bensin kamu juga yang bayar" ucap sherly acuh. "Kamu lebih s****n, mau buat tekor? Masa iya bensin aku yang bayar juga, astagfirullah" "Hahah, resiko di tanggung penumpang sist" "Hmm, yaudah deh. Tunggu aku besok ya My slutty girl" "s****n kamu lin" "Hahah, good night Sherly. Assalamualaikum" "Waalaikumsalam, lin" Setelah menutup ponselnya sherly langsung menutup matanya bersiap untuk tidur. o0o Pagi-pagi sekali, Erick sudah bangun karena anaknya sangat antusias untuk di ajak pergi jalan-jalan. "Daddy, nanti jadikan kita jalan-jalan?" Tanya Kyra yang melihat ayahnya masih setengah sadar. Erick menepuk jidatnya, dia lupa soal janji itu. Untung anaknya ingatkan. "Jadi princess" "Yey, kita mau jalan-jalan kemana daddy?" "Ke Mall? Bagaimana?" Tawar Erick. "Mall? Bocan daddy" keluh Kyra. "Terus mau Kyra kemana?" Kyra nampak berfikir untuk menjawab pertanyaan sang ayah. Kyra berjalan ke sang ayah, dan duduk di pangkuannya. "Daddy" ujar Kyra manja Erick sudah hafal betul dengan tingkah laku sang anak saat manja, kalau sudah manja seperti ini pasti ada maunya. "Kenapa princess kyra?" "Kita pelgi ke Dunia fantaci, boleh tidak?" "Dunia fantasi? Apa itu?" Erick mengernyitkan dahinya mendengar penuturan sang anak. "Iya daddy, kalau di cingkat Dufan" jelas Kyra. "Dufan? Apa itu taman bermain?" "Iya daddy, kata teman-teman kyla. Di Dufan itu banyak cekali wahana belmainnya. Ada untuk olang dewaca dan anak-anak" "Semacam phantasialand yang pernah kita kunjungi saat di Jerman?" "Selatus untuk daddy, kita pelgi ke cana ya? Boleh ya?" Tanya Kyra dengan puppy eyes-nya. "Baiklah, kita ke sana beberapa jam lagi. Jadi Kyra sekarang mandi dan ganti baju yang cantik lalu sarapan di bawah. Setelah sarapan kita akan pergi" jelas Erick. "Yey, Telimakacih daddy. Daddy memang yang telbaik" Kyra mengecup pipi Erick lalu turun dari pangkuan sang ayah dan pergi ke kamarnya. Kyra nampak sangat bahagia, karena ia akan pergi jalan-jalan bersama sang ayah. sejujur Kyra sangat jarang menghabiskan waktu luang besama sang ayah. mengingat Erick sangat Workholic, dan super sibuk sekali. bahkan di hari Minggu pun Erick masih harus bekerja. Erick sangat jarang berada di rumah. Hanya akhir-akhir ini ia selalu pulang ke rumah karena mendapat teguran dari Nyonya Denita. "Wah cucu grandma cantik dan rapih sekali mau pergi kemana?" tanya nyonya denita saat melihat cucunya menghampiri dirinya yang berada di meja makan. "Kyla mau pelgi jalan-jalan glandma" balas kyra senang. ia duduk di bangku meja makan walau nampak kesulitan. bi mika berniat membantu kyra agar bisa duduk, namun kyra menolak. "aku bica cendili bi mika" ucap kyra saat melihat bi mika. sementara Nyonya denita dan sang suami hanya dapat mengulas senyum, ia sangat bangga dengan cucunya yang cukup pandai di usia yang akan memasuki usia Tiga tahun beberapa minggu lagi. "Mau pergi jalan-jalan kemana?" tanya tuan Kennan. "Kyla mau pelgi ke dufan dengan daddy glandpa" Tuan kennan nampak mengerut dahinya bingung. berbeda dengan sang istri yang tersenyum cerah. "Benarkah? apakah Grandma dan Grandpa boleh ikut?" Kyra nampak menimang-nimang permintaan sang nenek. "boleh glandma, glandma dan glandpa boleh ikut" jawab kyra. "Dufan itu apa kyra?" tanya tuan kennan, saat kyra ingin menjawab. istrinya sudah lebih dulu membalas. "Dufan itu kepanjangan dari Dunia fantasi, tempat bermain dan banyak wahana yang menguji adrenalin" jelas nyonya denita. sementara suaminya hanya mengangguk paham. "Grandma dan Grandpa sangat ingin ikut, tapi kami sudah memiliki janji dengan orang lain. jadi kapan-kapan saja ya?" kyra nampak murung, ia berharap bisa pergi juga bersama kakek dan neneknya. "baiklah glandma, tidak apa-apa. kyla bica pelgi belcama daddy dan bi mika" ujar kyra. o0o setelah sarapan sherly kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi. karena tadi Zeline sudah mengabari dirinya kalau ia sedang menuju ke rumahnya. sherly memakai kaos berwarna Hijau Army, celana jeans hitam dengan sepatu vans berwarna senada. pakaian yang ia kenakan cukup simple dan nyaman untuk bersenang-senang selama di dufan nanti. pintu kamar sherly di ketuk. saat sherly menyuruh masuk, adiknya nampak muncul dari balik pintu. "kenapa dek?" "ada temen teteh di bawah" ujar sang adik. "oke, suruh tunggu sebentar nanti aku ke bawah. sherly menutup pouch makeup miliknya saat di rasa dirinya sudah sempurna. ia mengambil shoulder bag yang berada di tempat tidurnya dan turun kebawah untuk menghampiri Zeline. "Ayo lin" ajak sherly. sherly berpamitan kepada kedua orang tuanya dan di ikuti Zeline di belakang. butuh waktu dua jam untuk sampai di tempat tujuan, karena jalanan yang macet dan tempat parkiran yang penuh. setelah membeli tiket masuk, hal permata yang dilakukan sherly dan Zeline adalah berfoto di depan wahana Turangga-rangga atau komedi putar. Mereka mengambil beberapa foto, setelah di rasa cukup bagus mereka mulai menaiki wahana yang lain. o0o Erick, Kyra dan bi mika nampak baru sampai, selama di perjalanan kyra nampak tak sabar untuk menaiki berbagai wahana bermain Erick tersenyum senang melihat sang anak yang nampak tak sabaran. Erick membeli tiket Annual pass. Kyra tak bisa menutupi rasa senangnya. Cukup lama kyra memaikan berbagai wahana permainan. Sampai akhirnya kyra mengeluh kepada sang ayah karena lapar dan haus. "Daddy, kyla capek cekali. kyla mau minum ec boleh?" tanya kyra kepada sang daddy yang sedang duduk di bangku yang telah di sediakan. "Boleh, ayo kita beli minuman. bi mika tunggu di sini saja, biar saya dan kyra yang beli" Erick dan kyra meninggal bi mika dan pergi ke salah satu warung yang menjual minuman. di lain tempat, Sherly dan Zeline nampak belum puas dengan wahana yang mereka naiki. "Lin, aku capek. istirahat dulu ya?" zeline hanya mengangguk kepalanya karena merasa kasihan dengan temannya. sherly meninggalkan zeline di tempat yang ia duduki tadi untuk membeli minuman. "Lin, aku mau beli minum dulu, mau aku beliin minum apa?" "samain aja kayak kamu deh" sherly hanya mengangguk kepalanya dan mulai mencari warung. sherly telah sampai di warung, ia tak menyadari kalau dirinya berada di satu warung yang sama dengan Kyra. "Ibu, saya mau beli air mineralnya dua ya?" ucap sherly. o0o kyra nampak tak asing saat mendengar suara dari wanita dewasa yang berada di sampingnya. ia mendongakkan kepala untuk memastikan apa yang dirinya pikirkan itu benar. Kyra nampak senang saat melihat kalau wanita di sebelahnya adalah sang Mommy. dengan spontan kyra memanggil Sherly. "Mommy" ujar kyra senang, sementara Erick nampak bingung saat melihat anaknya memanggil orang lain sebagai Mommy. sherly merasa familiar dengan suara itu. ia menundukkan kepalanya saat merasakan ada yang memeluk kedua kakinya. saat sherly menundukkan kepalanya, ia tak menyangkan akan bertemu kyra di sini. "Kyra?" ucap sherly kaget. "mommy kecini juga?" tanya kyra. "iya sayang, mommy sedang jalan-jalan bersama teman mommy" balas Sherly, sherly nampak belum menyadari kehadiran Erick. sementara Erick hanya dapat mematung melihat kedekatan sang anak dengan karyawannya. "Kyra kesini dengan siapa sayang?" Sherly mensejajarkan dirinya dengan tinggi tubuh kyra. "kyla datang kecini dengan daddy dan bi mika, mommy" sherly mendongakan kepalanya saat kyra memperkenalkan sang ayah. "Ini daddy kyla, mommy" ujar kyra, sherly terdiam di tempat saat mengetahui kalau ayah kyra adalah atasannya di kantor. dengan gerakan cepat sherly mendirikan dirinya dan membungkuk sopan. "daddy, ini mommy yang pelnah kyla celitakan" ujar kyra. sementara erick hanya diam, ia sibuk memperhatikan wanita yang berada di depannya. "daddy kok diam caja cih?" ujar kyra. erick tersadar, ia mengeleng kepalanya pelan. "ah, kau di sini?" tanya erick "iya sir, saya bersama teman saya. kalau gitu saya permisi dulu, sampai jumpa kyra" ucap sherly. sherly tak menyangka kalau atasannya itu sudah memiliki anak dan yang lebih mengejutkan lagi, anaknya memanggil dirinya mommy. Sherly tak mau di sebut wanita yang macam-macam karena anak dari bosnya memangil dirinya "Mommy" "Daddy, kok mommy pelgi?" tanya kyra dengan sedih. "mommy ingin kembali bersama teman-temannya sayang" "tapi kyla mau dengan mommy, daddy. kyla mau mommy" ujar kyra dengan nangis. Kyra berlari mengikuti sherly. ia terus memanggil sherly sambil memangis membuat beberapa pengujung memperhatikan. sherly menghentikan langkahnya, ia membalikan badannya dan bertapa terkejutnya dirinya saat melihat kyra menangis sambil mengejar dirinya. "lho, kyra kok nangis sih?" Tanya sherly. Kyra merentangkan kedua tangannya ke depan meminta sherly untuk mengendongnya. Sherly yang mengerti permintaan Kyra pun, langsung mengendong. "Kenapa Kyra menangis?" Tanya sherly sambil mengusap punggung Kyra sayang. "Mommy jangan pelgi lagi, kyla gak mau mommy pelgi lagi" ujar Kyra sesenggukan. Erick terdiam di tempat saat melihat kedekatan anaknya dan sherly. Ia tak menyangka anaknya bisa sedekat ini dengan orang lain, selain keluarganya. "Mommy gak pergi tinggalin Kyra kok" balas sherly. "Mommy bohong, tadi caja mommy tinggalin kyla" "Mommy harus kembali ke teman mommy sayang, kan Kyra ada daddy" "Tapi kyla mau cama mommy juga" "Sayang, mommy gak bis-" perkataan sherly terpotong karena Erick memotong. "Mommy tentu saja akan bersama kita, sayang" ujar Erick, sementara sherly menatap erick dengan tak percaya. Kyra nampak menghentikan nangisnya saat mendengar ucapan Sang ayah. "Benalkah daddy?" Tanya Kyra. "Tentu saja sayang, iyakan mommy?" Erick menekan kata mommy sambil melihat ke arah sherly. Sherly yang merasa tak tega mau tidak mau mengiyakan. "Iya sayang" Kyra nampak girang. Ia meminta di turunkan dari gendongan sherly, dan mulai menggandeng mommy dan daddynya. "Tapi kita pergi ke teman mommy dulu ya?" Ujar sherly. Zeline nampak kaget saat melihat temannya, berjalan bersama atasannya di kantor. Zeline berniat menanyakan langsung namun Harus ia urungkan saat melihat tatapan mata sherly yang seolah mengatakan 'nanti akan ku ceritakan'. "Sayang ini teman mommy, namanya aunty zeline" ucap sherly. Kyra menyalimi tangan zeline dan kembali ke sang daddy. Erick menatap tak percaya saat melihat anaknya Salim kepada orang lain. "Selamat siang sir" ucap zeline. Sementara Erick hanya mengangguk kepalanya singkat. "Mommy, daddy kyla lapel. Kita makan ya?" Sherly hendak menolak namun lagi-lagi Erick menyelak. "Iya sayang" ujar Erick. "Tapi sir, saya-" sherly hendak menjawab. "Kenapa mommy? Teman mu bisa makan siang bersama kita" ucap Erick seolah tau apa yang di pikirkan sherly. Sherly hanya mendengus kesal. "Ayo lin" ajak sherly pada zeline. Erick tersenyum tanpa di ketahui oleh sherly, ia senang menggoda sherly. Entah Sejak kapan. ... Terimakasih banyak bagi yang sudah membaca cerita saya! Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN