Setelah mengantar Pak Kades dan para ibu pulang, Bas masuk, mengunci pintu dan mendapati El tengah memukul-mukul rantai gembok pintu gudang dengan hidran kebakaran yang diberikan damkar laut kepada setiap rumah untuk berjaga-jaga di saat darurat. Bas keluar dari rumah utama, menuju paviliun yang difungsikan menjadi ruang gudang. “Mau gue bantuin, nggak?” tanya Bas, malas-malasan, karena sudah pasti, El akan menolak bantuannya. TRANG! Pada pukulan terakhir, rantai berkarat itu akhirnya putus. El melempar hidran ke sembarang arah, lalu berkacak pinggang memandangi rantai yang kini terurai, napasnya terengah dan kening berpeluh. “Sebagai anak Pak Denny, saya cukup minta izin sama kamu aja, kan?” “Izin?” “Gudang ini nggak pernah dibuka sebelumnya. Berkali-kali ada kondisi yang mengharuska

