Kunjungannya ke sekolah itu secara mengejutkan membuatnya tidak bisa berhenti untuk terus memikirkannya. Ya, Frans memang sangat menyukai perkedel. Ia memang sangat terkejut ketika, sejak sekian lama, bisa merasakan kembali makanan kesukaannya dengan rasa yang sama persis dengan buatan Nana. Namun, bukan itu yang membuatnya terus terbayang-bayang. Frans tidak mengerti kenapa wajah gadis kecil itu terus muncul di pikirannya. Padahal, ia seharusnya merasa risih melihat wajah yang mirip dengan ibunya itu. Namun, ia dapat menyadari dengan jelas bahwa perasaan yang membuatnya terus terbayang tentang anak itu bukanlah rasa sebal. Namanya adalah Lucy. Ya, Frans yakin itu adalah namanya. Ia memiliki sepasang mata bulat dan senyum yang cantik. Dari sekian lama, itu adalah pertama kalinya Frans d

