Kedua mata bulat itu mengerjap dan bibirnya merekahkan senyuman. Ia melompat-lompat dalam gandengan tangan seorang anak laki-laki yang lebih tua beberapa tahun darinya. “Hallo, maaf kalian lama menunggu yayah,” Ucap pria itu. “Tidak apa-apa, yayah!” Jawab kedua anak itu serentak. Pria dengan kemeja garis-garis itu kemudian menggandeng kedua anak tersebut di sisi kanan dan kirinya dari dalam sekolah menuju parkiran mobil. Ia menempatkan kedua anak itu di kursi penumpang belakang sebelum melajukan mobilnya pulang. Perjalanan itu cukup panjang karena rumah mereka terletak sedikit jauh dari sekolah swasta itu. Sebenarnya, ada beberapa sekolah yang lebih dekat dengan rumahnya, namun sekolah yang satu ini cukup istimewa sehingga ia memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di sana, meski itu a

