Di luar perkiraan Frans, Nana yang sedang terlelap seakan berubah menjadi Nana enam tahun yang lalu. Sama seperti sebelumnya, ia memang akan memeluk Frans seperti sekarang begitu merasakan pria itu datang memeluknya dari belakang saat ia tidur. Mengeratkan pelukannya, Frans mengecup pucuk kepala Nana. Meski harus memeluk Nana yang sedang tidak sadar, ini sudah sangat cukup mengobati rasa rindunya terhadap hangat dan aroma tubuh Nana. Bisa memeluk Nana seperti ini terasa seperti pulang ke rumah yang ia rindukan setelah bertahun-tahun tersesat di padang pasir. Namun, Frans tidak boleh membiarkan kesadarannya terlarut ke dalam kenyenyakan sekarang. Perlahan, ia meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja nakas di samping ranjang. Dengan gerakan cepat, jarinya mengetik sesuatu yang ditunju

