Karena Naluri

2360 Kata

Adya POV-.     Detik, menit, hari dan bulan berganti seakan mereka tak tahu apa yang kurasakan sekarang. Perkataan menyakitkan itu yang selalu terngiang di dalam pikiranku hingga sampai saat ini. Di saat pria itu mengucapkan Ijab Qobul di depan orang tua dan banyak orang, berjanji untuk mengikat wanitaku..     Ah bukan wanitaku, maksudku wanitanya.     Aku sudah ikhlas. Sangat ikhlas, tetapi tak salahkan jika terkadang di malam hari yang gelap aku merindukannya?? Pesan-pesan manis darinya masih tersimpan di dalam ponsel dan ingatanku. Walaupun senyum manis dan wajahnya tak ada lagi di dalam ponsel dan di bingkai kamarku, namun aku tetap mengingatnya. Selamanya.     Aku juga bahagia saat mendengar pria itu sangat menyayangi wanitaku. Maaf, maksudku istrinya. Aku senang jika pria itu ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN