Dear Zefanya. Hai barbie. Mungkin setelah kamu membaca surat ini kamu sudah bahagia dengannya. Aku bahagia kalau kamu bahagia. Aku bicara jujur kok, walaupun sedikit sakit di dadaku saat mengatakan dan menulis kata itu. Nya, bolehkah aku melawan takdir? Boleh aku membawamu pergi jauh dari dunia ini? Hingga aku bisa bersamamu selamanya? Bersama anak-anak kita yang cantik dan tampan? Aku tak bisa menyalahkan Tuhan. Karena memang ini jalan yang sudah di tentukan olehnya, dan akupun nggak bisa menyalahkan takdir. Mengapa Tuhan memberikan jalan cerita cintaku seperti ini? Pertama kali aku merasakan cinta, pertama kali aku jatuh cinta denganmu. Namun harus berakhir dengan cerita yang menyakitkan seperti ini. Aku lemah ya? Hehehe.. Karena naluriku aku memilihmu, karena dirimu aku melupakan

