Bagian ke-duapuluh

2411 Kata
PART 20|SEKUTU KOBA "Oh,Visel. Kau lamban sekali seperti siput.Bisakah kau menghilangkan sifat jelek mu itu? Sejak dulu kau selalu saja super lamban! Gerutu Skan kesal melihat adik nya itu. Visel cukup menyeringai semakin kesal beririsan sakit hati sementara yang hanya pada saat itu saja,merasa dirinya seolah terus di cemoh. "Kalian harus pulang sebelum hari gelap'ya sayang! Jika sesuatu ada yang membahayakan kalian,cepat lah pulang atau gunakan benda yang ku beri itu! Ucap ratu Lucy dan raja Peter setengah suara sembari merangkul pundak Avril.Gadis itu mengangguk sambil melepaskan pelukan nya. Skan sedikit mendesis pelan. " Tomy,aku mempercayakan padamu agar kau menjamin dan menjaga keselamatan kalian semua.Aku meyakinkan tugas ini sebagai seorang penjaga istana kau pasti lebih mahir dalam situasi bertempur!Peter menatap simpul Tomy,yang juga ikut menganggukkan kepalanya. Avril mulai naik ke tunggangan nya bersama ke-tiga temannya.Denagn bekal yang telah di sediakan di kantong kelana kuda dan di sangkut kan ke tempat yang sudah di sediakan." Kami pergi ya bu,ayah...! Avril pamit kepada orang tuanya seraya mulutnya membentuk vokal "O". Ratu Lucy dan raja Peter mengangguk membalas pamitan putrinya dengan lambaian tangan dan juga senyum hangat, seketika sensasi indah muncul. Ke-empat remaja tersebut terlebih dahulu menuju Kota Lios, sebelum hutan yang berisikan air yang bisa bicara.Jalan kota Lios yang sempit membuat mereka harus jalan satu per satu. Penduduk nya tetap ramah tamah apalagi melihat Avril sang putri lewat. Avril merespon nya dengan senyuman atau sapaan balik.Senyum nya yang hangat membuat para pemuda kota itu tergoda. Para pemuda itu menyapa menyapa Avril di iringi senyuman mereka sesekali caper mencari perhatian Avril dan menggoda nya.Avril tetap saja membalasnya dengan senyum nya dan pemuda itu mulai bisik-bisik. "Baik,ayo kita melanjutkan perjalanan kita'Avril! Sembari di sana kan kita bisa menikmati alam. Tomy mendesisi sembari menoleh Avril habis mendesis menikmati suasana sekitar. Avril mengangguk sambil tersenyum tipis, melanjutkan perjalanan menuju hutan yang rimbun, jalan sedikit lebar, hutan semakin gelap akibat kerimbunan pohon. Hingga tujuan mereka pun yakni air yang bisa bicara yang di dekat nya ada pohon besar tempat mereka sewaktu di serang Koba. Visel mulai mengajukan agar makan.Avril,Tomy, dan Skan juga setuju.Mereka menambatkan kuda di pohon besar tempat mereka berlindung.Perlahan membuka bekal dan membuka membagikan jatah makanan masing-masing. Air mengalir deras membuat suasana hati semakin tenang dan nyaman." Apa kau tidak menambah makanan mu lagi'Sel? Nih,kita bagi dua jatah ku! Iseng Skan menoleh ke arah Avril tertawa. Visel menahan emosi saat mendengar isengan Skan dan hanya mengangguk asal. Roti gandum asli dan s**u sudah menjadi makanan yang biasa bagi keluarga kerajaan, hang banyak mengandung vitamin. Di picu itu lah makanan pokok nya. " Hei,mungkin hutan ini sudah terbebaskan bukan? Koba kan mahluk primitif udah musnah! Skan membuka topik bicara Avril bungkam disambut cengiran Tomy.Visel masih cemberut bersandar di dekat Avril. " Hmm? Bagaimana menurutmu Avril? Seruan Skan membuyarkan lamunan Avril dan menoleh nya dengan tatpan kosong tanpa simpul. " N'tahlah! Aku... kurasa masih banyak lagi mahluk seperti KOBA di sini! Avril menjawab dengan ragu-ragu sekali ini tanpa menoleh ke arah teman nya." Benarkah? Skan gentar wajahnya kelihatan panik mengingat adegan saat Koba muncul tiba-tiba dan mendadak menyerang." Kalau begitu ayo kita kembali sebelum teman Koba ikut menyerang kita! Visel hendak bangkit namun di tahan tangan Tomy. " Bukan begitu caranya'Sel! Buakn begitu artinya sifat sportif, kita kan sedang berpetualang atau menjelajah kota demi hutan.Nah'jika ada sesuatu mahluk yang menyesatkan tempat tersebut,kita lah yang harus bertanggung jawab. Itu lah arti pahlawan atau pemimpin seperti Avril yang sebentar lagi akan menjadi ratu Calfor. Mati atau hidup itu lah pengorbanan seorang pemimpin yang sejati! Ucap Tomybmata nya sedikit berkaca-kaca. Visel kini kembali duduk tanpa tenang dan selalu kelihatan gelisah di situ mendengar teman Koba masih banyak.Perlahan keringat nya mulai jatuh di kening menghampiri pipi yang lebam sebam. Suara manja burung terdengar merdu dan kadang hewan seperti jangkrik menyambutnya dengan sahutan yang tidak terlalu mencolok. Hampir satu jam berlalu ke-4 remaja itu beristirahat di bawah pohon rindang tersebut. Di iringi suara aliran air terjun yang deras dan tak berkesudahan. Bagaikan alat musik ritmis. Matahari semakin menyengat. Saat siang hari,dini matahari tepat berada di atas kepala. Aliran sungai bagaikan instrument musik. Avril mulai bangun dan bersiul-siul mendekati air terjun tersebut Seketika, sesudah Avril mendekati air tersebut,air itu pun seolah bersinar nyata." Senang bertemu dengan mu lagi Putri Avril, yang mulia! Kehormatan ku dan air ku terbuka besar bagi mu! Air berbicara.Avril mengangguk tanda paham, namun tentang teman Koba pikiran nya semakin kacau. " Aku ingin bertanya pada mu,air suci. Bolehkah? Avril bertanah meminta pendapat sang air. " Apa dan bagaimana pun pertanyaan mu bahkan permintaan mu akan ku lakukan semampuku Yang mulia! Ucap air itu tulus dan bersahabat. Mata Avril mulai bersinar ,dan sudut mulut nya muncul. Rahang Avril sekejap menegang,urat nadi nya juga terlihat sensitif, bibir nya bergetar." Apa teman Koba benar-benar masih ada dan mereka juga binatang yang membahayakan? Pertanyaan Avril membuat air tersebut mengeluarkan,dan menunjukkan kalung Koba. " Mereka memang masih ada,namun yang mengutuk hutan ini dan juga air suci ku ini adalah Koba. Dengan kalung ini semua penghuni hutan ini akan terbebaskan. Aku tidak terlalu peduli dengan kerabat dan sekutu Koba. Namun saat Morgan, keponakan Cisen datang kemari untuk beristirahat justru para teman Koba melawan nya dengan tangan hampa! Jadi ,memang aku sangat mengharapkan kepada mu Avril, agar bisa memusnahkan segala binatang berabahay di hutan ini dan tempat lain nya.Namuj jumlah mereka sangatlah banyak! Air suci itu sedikit kesal dan cemas Avril mengangguk mengerti kondisi hutan itu.Dan Avril akan berusaha dengan seluruh nyali nya memusnahkan mereka seperti ucapan Air suci." Tunggu, Morgan datang kemari? Kapan? Kapan bocah itu datang kemari?Avril antusiasme membicarakan tentang pria itu. Air sedikit menghela nafas nya dengan cara menjatuhkan buliran air mirip nafas " Kemarin malam! Dan pada saat pria itu di serang dia mengalami memar,dan luka parah.Aku menyuruhnya agar memasuki air ku dan menyembuhkan nya.Aku memberikan petunjuk jalan pulang nya kembali ke kerajaan Zier! Avril sedikit terkekeh dan merasa jengkel. "Seharusnya kau tidak menolong nya air suci. Dia akan membuat kekacauan antar kerajaan. Dia hendak merebut tahta kepada Cisen, mencari sekutu,agar bisa merebut benda legendaris itu! Cisen paman nya jahat,pasti kejahatan nya menular kepada pria itu. Ellie telah memberitahukan nya kepada ku.Ellie si taghayul! Avril sedikit tidak terima. " Kau tidak boleh memandang seseorang tanpa,mengetahui sifat nya Avril! Bahkan kau boleh saja jatuh jika sifat terus secemoh itu.Tidak lama lagi,kau akan pemimpin ganti orang tua mu.Jadi aku saran kan hilang kan lah sifat ke egoisan mu itu.Air itu berkata lembut tanpa jeda. " Taghayul lah,yang sudab tau sebelum nya isi hati orang jahat.Bahkan pertama sekali aku bukan bermaksud seperti itu kepada pria itu. Namun Ellie. Dialah taghayul yang tau seperti apa orang jahat dan yang tidak.Sekalipun kami memiliki hubungan keluarga kepada nya,yakni Morgan merupakan keponakan ayah ku, tapi itu tidak menjadi solusi nya. Kami tidak mau pria itu mengacaukan kembali situasi ini. Kita tidak boleh selalu melihat sisi positif seseorang, bisa-bisa saja sifat negatif nya lebih besar dari kepositifan nya! Sergah Avril dan nada bicara nya sedikit meninggi. Menoleh ke arah Visel yang mulai mendekati nya. Skan dan Tomy telah bangun,namun masih menikmati sensasi kenikmatan alam." Ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa wajah mu merah seperti itu? Visel menoleh ke arah Avril." Apa kau demam? Lagi-lagi Visel shok memegangi kening Avril dan kening nya sendiri secara bergantian tanpa henti, sampai Avril sendiri yang menyuruh nya berhenti dan memukul lengan nya. Visel spontan berhenti meringkus. " Ingatlah perkataan ku Avril.Tidak ada orang yang sempurna! Air itu kembali normal tanpa cahaya yang muncul lagi.Avril mengangguk tanpa sedikit celah menatapi air itu berjam-jam. " Bagaimana? Apa kita akan kembali Avril? Visel melirik ke arah Avril dan mereka saling tatap. " Maaf,Sel kita belum bisa pulang sebelum kita membebaskan hutan ini! Itulah yang aku tanyakan kepada air suci ini.Kita masih harus menjelajahi hutan ini lebih jauh! Avril mulai meninggalkan Visel menuju tempat santai Tomy dan Skan yang duduk di atas rumput. Visel masih heran kenapa tiba-tiba Avril memutuskan hal itu. " Jika kalian tidak keberatan,kita masih harus melanjutkan tualangan kita menjelajahi hutan ini lebih jauh! Avril mulai naik ke kuda nya dan Visel mulai mendekati nya. " Keputusan apa itu? Kita bisa mati.Di sana banyak rumpun bambu yang tajam.Visel angkat bicara terlebih dulu tidak setuju. " Benar,Vril! Tidak baik bagi kita menjelajahi hutan tersebut.Saudara Koba banyak! Sergah Skan dan Tomy serempak kemudian menggeleng kepala nya. " Baik,atau tidak baik mengancam nyawa,atau tidak aku akan pergi ke sana maupun sendirian.Kalian bisa menunggu ku di sini atau pulang duluan jika tidak Sudi! Avril kemudian bersiap-siap ingin pergi.Namun air yang tiba-tiba bersinar membuat nya berhenti, turun dari kelana mendekati air tersebut. " Trima kasih Putri Avril kau telah bertindak demikian aku akan memberikan air suci ku ini pada mu dan gunakan lah saat kau benar-benar membutuhkan nya atau saat kau tersesat. Air itu perlahan membuat sebuah cawan berisikan air dan Avril menerima nya, pamit kemudian pergi." Baiklah,aku akan pergi sendirian Jika kalian mau menunggu ku di sini sampai aku pulang terserah! Arah kalian bisa pulang lebih dulu! Avril kemudian pergi sendirian menuju hutan yang lebih rimbun,dengan rumpun bambu yang tajam dan runcing. Tomy,Akan,dan Visel saling tatap dan memutuskan untuk tetap menunggu Avril lekas dia pulang. Bambu tajam dan dahan yang menghalangi jalan gadis itu,dengan lincah dan lehai dia mengusik dan menghindar dari sana. Kini Avril benar-benar pemimpin sejati dan orang yang baik layaknya seorang penjelajah, karena itulah fakta nya.Gadis itu lebih suka bertualang dari pada malas-malasan atau tidur-tiduran di kerajaan. Suasana lengang menyisakan air terjun yang mengalir.Ke-tiga remaja tersebut selain Avril. Avril terus bergerak lincah hingga dia menemukan sebuah tempat yang cukup luas dan rumpun bambu mulai surut di sana. Avril mulai turun,dari kuda nya memeriksa sekitarnya dengan teliti. Ada jejak yang cukup besar, bahkan batang pohon nya terdapat bekas cakaran yang sangat akurat di sana. Suara yang histeris seketika mulai terdengar. Namun tidak ada yang muncul, sebuah jejak yang ramai ada menuju satu arah.Avril mengikuti petunjuk tersebut setelah mempertimbangkan satu sama lain. " Yeah,mungkin jejak yang besar ini adalah jejak teman Koba! Avril memberanikan diri memasuki hutan itu lagi lebih dalam dan jauh. Memasuki nya dengan laju kuda yang cepat. Dari kejauhan lamat-lamat terdengar suara aungan dan ringisan. Suara samar itu semakin jelas ketika Avril telah sampai di pertengahan jalan. Hari mulai larut, langit berubah menjadi orange, suara derikan serangga dan burung mulai terdengar berat, namun itu bukan lah solusi yang membuat Avril menjadi gentar. Avril berhenti ketika tanah mulai bergetar seperti terjadi gempa bumi. Avril mendongak tidak ada yang muncul. Namun getaran itu semakin dahsyat. Dalam sekejap, tubuh Avril mulai di kelilingi oleh mahluk misterius,bertubuh tinggi dan besar. Avril tidak gentar sama sekali, mungkin nyali nya mulai berkembang. Salah satu di antara mereka maju tepat di depan gadis itu dengan jarak satu langkah." Siapa kah kau yang ingin mengusik tempat kediaman kami? Kami benci melihat manusia yang sudah membunuh ketua kami KOBA! Suara berat mahluk itu terdengar serak dan bongor. " Aku bukan bermaksud membobol tempat kalian namun aku datang kemari untuk membebaskan hutan ini. Wahai mahluk yang sangat di takuti, sekalipun jika kalian tunduk kepada ku aku akan memberikan mu fasilitas hidup. Melawan Cisen bersama-sama tapi ada syarat nya yaitu..kalian harus berubah! Ucap Avril dengan wajah nya tanpa senyum. Salah satu dari mereka cepat keberatan" Hah...kami tidak perlu penawaran mu itun Ayo kita hajar dia! Mahluk itu berseru ketus dan siap-siap membunuh Avril. Bahkan mahluk yang pertama kali maju. Avril spontan mengaktifkan kekuatan lengan nya. Yakni kekuatan yang masih rendah dan bukan benda yang di larang Juliet. Semuanya tergeletak ke tanah. Pontang panting melihat cahaya yang silau dan akhirnya semua jatuh rata. Sebuah pikiran yang cerdas terlintas di pikiran gadis itu. Avril mulai mengeluarkan cawan berisi air suci yang di berikan nya dan memercikkan nya kepada mahluk itu satu per satu sampai semuanya terkena sebelum mereka sempat bangkit.Mereka beraung marah seolah tau apa yang di lakukan Avril yakni,menyadarkan mereka. Avril mulai mendekati mereka satu per satu yang sudah tunduk pada nya. "Baiklah ,sekarang kalian berdiri! Seru Avril dan malam telah menjemput sore. Tomy,Visel,dan Skan cemas menunggu Avril dan memutuskan agar pulang lebih awal. Seperti yang di katakan Avril, mahluk itu melaksanakan perintahnya dengan sigap. "Baiklah, sekarang kami mengenal mu Yang mulia! Kau adalah Putri Avril.Kami akan menghormat kepada mu! Mahluk itu menunduk hormat kepada Avril yang merasa lega. Avril menganggukkan kepalanya. " Baiklah mari kita keluar dari hutan ini,menuju air terjun ! Avril naik ke kuda nya memimpin pasukan yang ikut berbaris di belakang. Salah satu nama dari mereka yang maju duluan saat melihat Avril adalah "Markus". Dalam jangka waktu pendek,mereka telah sampai di dekat air terjun dan tidak melihat Skan dan yang lain nya. Avril menarik nafas panjang . Semua para mahluk mulai, berbaris rapi setiap komandan mengatur kan barisan nya. Avril mulai mendekati air terjun yang juga mulai bersinar. Tampak kekaguman di wajah setiap mahluk tersebut " Wahai, Putri Avril aku sangat berterimakasih kepada mu.Kau telah membebaskan dan menyadarkan akan mahluk itu.Para teman mu sudah pulang, jadi aku akan memberikan cawan yang lebih besar pada mu.Jika suatu saat nanti, kau bisa menggunakan nya untuk apapun yang baik. Semua mahluk ini akan tinggal di kawasan ku! Air itu memberikan cawan berisikan air murni dengan kekuatan.Bukan sembarangan air. Para mahluk itu mulai terlelap di hutan tersebut dan Avril akhirnya naik ke kuda nya dan melaju kembali ke kerajaan sendirian. Jalan gelap gulita, namun cawan yang berisikan air mengeluarkan cahaya seumpama tau apa yang di butuhkan gadis itu. Para penduduk menyalakan lampu rumah nya. Avril dengan mudah menuju istana. *** " Aku sangat menghawatirkan mu tadi sayang!!Ratu Lucy memeluk hangat Avril dan sebulir air mata menetes tepat di pundak Avril. " Meski begitu,itu tidak baik Tomy! Kalian meninggalkan Avril sendirian di hutan. Semestinya kalian bisa menunggu nya! Peter sedikit menatap tidak baik Tomy begitu juga dengan Visel dan Skan. " Kami merasa bersalah Yang mulia?Ucap Tomy,Visel,dan juga Skan." Sebagai teman kalian tidak boleh begitu! Timpal Peter lagi. " Jadi bagaimana sayang, cerita kehebatan mu hingga kau bisa kembali kemari? Ucap raja Peter. " Hmm ..aku berhasil menyadarkan mereka semua.Bahkan mereka sekarang telah berubah dan tidur di dekat air terjun! Ucap Avril. Semua nya yang berada di meja makan tersentak kaget, mulut nya menganga dan menatap Avril. " Benarkah? Ucap raja Peter. Avril mengangguk." Besok ibu ingin kesana dengan mu sayang! Ada yang penting! Ucap ratu Lucy. " Baik bu, aku ingin bertualang dengan ibu! Ucap Avril girang . " Baiklah,sekarang kalian harus tidur! Agar tenaga kalian ada! Ucap raja Peter menuju kamar tidur bersama ratu Lucy. Avril dan yang lain nya pun mulai pergi hingga meja makan sepi,lengang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN