Bagian ke-sembilanbelas.

2921 Kata
PART 19| AJAB MORGAN " Apa yang kau lakukan? Dasar mahluk bodoh, kau menipuku agar masuk ke dalam pencobaan mu? Teriak Morgan menahan kesakitan. Di bawah kakinya terdapat api, tangan nya di gantung ke tiang tinggi dengan tali yang kokoh. Wajah nya pucat pasi, antusiasme melihat wanita itu. " Kau tidak menyadari nya kan? Apa yang di katakan Ellie sebelumnya? Apa kau tidak sadar saat aku menipu mu. Apa yang kau rasakan sekarang adalah 'AJAB' mu dari alam. Kau terlalu meremehkan apa yang di katakan pada mu! " Aku tidak langsung membunuhmu' melainkan menyiksa mu kemari. Jika kau ingin bantuan, biarkan teman mu sendiri yang akan datang. Wanita itu berubah menjadi hantu, berkeliaran, bukan seperti taghayul. Morgan perlahan meraih tali yang mengikat tangan nya menggunakan mulut nya. Namun sia-sia saja wanita itu dengan cepat menyikut mulutnya hingga kembali seperti semula. Pria itu tidak tahan lagi, nafasnya terisak, detak jantungnya tidak kuat lagi, matanya perih kesakitan berwarna merah, kakinya terpanggang panas api. Api itu jarang padam meski tinggi nya hanya sebatas lutut anak remaja, tapi radiasi nya tetap membuat gerah dan perih. " Dan meski kau terpanggang saat ini, jika kau masih berencana jahat lebih-lebih kau akan mati! Sosok itu lagi-lagi terbang di samping Morgan. " Apa kau tidak tau, seperti apa bentuk kehidupan? Dasar, jika orang seperti mu belum tau juga' cara berpikir mu sama seperti udang! Ledak wanita itu lagi. " Sebelum nya aku akan memberitahukan siapa nama ku" Rachel" . Aku bukan taghayul, namun mahluk pelaksana tugas alam bagi siapa yang berani menghina taghayul mahluk tanpa bekas jahat! Jadi, hmm..apa sekarang kau mengerti hah? Bentak Rachel. Sementara itu Morgan tetap bungkam tak menjawab,memejamkan matanya rapat-rapat. Rachel terkekeh melihat tingkah laku Morgan yang seakan-akan berpura-pura mati. Matanya sedikit iseng, meletupkan balon yang bocor ke telinga Morgan. Tentu saja pria itu bangun tersentak kaget, menatap tajam namun tatapan nya terlihat lemas kepada Rachel, oleh siksaan alam. " Hah, ku kira kau sudah mati, dasar bocah ingusan yang tak bermanfaat! Bentak Rachel lagi mengehela nafas. Burung semakin banyak berkicau kesana-kemari. Matahari semakin terang membuat kehangatan yang indah. Sinar panas tembus melewati celah-celah jendela tempat Morgan di gantung. Pria itu semakin terisak dengan suara parau menyesal. Panas matahari pagi semakin menyengat di tambah api dari bawah kaki Morgan. Siksaan itu seakan-akan di " neraka". Jeritan Morgan yang keras terkadang membuat hewan-hewan panik mengintip pria itu. Ellie mulai masuk ke bangunan yang mirip kastil tersebut. Menuju ruangan Morgan di siksa. Rachel menghalangi nya jika bermaksud menyelamatkan nyawa Morgan. Karena Morgan yang telah menghina Ellie si taghayul dan dia harus mendapat imbalan nya dari alam. Ellie mengangguk tau akan hal itu, dan tetap menerobos lorong demi lorong di ikuti Rachel yang selalu menghalangi nya. Kedatangan Ellie membuat Morgan seketika ceria, namun Ellie menyambutnya tanpa senyuman tipis atau dengan wajah cerah. Dia datang dengan tatapan sinis, memandangi lelaki itu. Duduk di kursi tept peyot yang bisa di bagikan nya menjadi normal. Rachel tetap menjadi sosok gaib, menatap Ellie si taghayul. Mereka memiliki sedikit kaitan sekutu. " E..llie? Suara Morgan bergetar dan parau saat memanggil Ellie yang tetap memandang nya sinis tanpa berkedip sekalipun. " Tutup mulut mu atau nyawa mu akan hilang! Bentak Ellie tegas membuat Morgan tetap bungkam. Mulut Morgan lagi-lagi ingin meraih tangan nya namun uluran nya terhenti spontan dengan genggaman Rachel." Hei, bagaimana rasanya' enak bukan? Ellie tertawa iseng terus menatapi lelaki itu beranjak mengahmpiri nya. " Apa yang akan kau lakukan' hei? Ingin membakar ku hidup-hidup? Lebih baik saja kau membunuhku dari pada menyiksaku pelan-pelan! Morgan menatap tajam pada Ellie yang masih mengelilingi nya di lingkaran api. Ellie enggan, menjawab pria itu. Perlahan tangan Ellie meraih pisau mendekatkan nya ke tangan Morgan hendak memotong talinya dan jatuh ke dalam api. Rachel merebut cepat pisau itu dari tangan Ellie melarangnya." Apa yang kau lakukan disini,Ellie? Rachel menatap tajam Ellie penuh artian. " Apa kau ingin membebaskan pria itu dan menjadikan nya menjadi teman mu lagi? Kini nada Rachel meninggi. Ellie hanya mengangguk asal. " Ellie' apa kau akan membebaskan orang yang akan membuat masalah besar bagi kerajaan? Rachel menatap Ellie dengan mata berkaca-kaca." Dia teman ku Chel. Di setiap pendirian orang, bisa juga mereka akan menguntungkan bagi kita. Aku hanya membebaskan nya dan bukan menemani nya lagi. Sekali lagi tangan Ellie meraih tali memotong nya dan Morgan cepat menghindari api meloncat ke lantai. " Terima kasih ,Ellie. Kau telah menghancurkan dunia kerajaan yang seharusnya kita jaga. Yaitu kerajaan yang tidak bersalah! Raut wajah Rachel sedikit marah. " Morgan ingin menjabat tangan Ellie, mengucapkan terimakasih. Ellie menyindir dan merespon jabatan dengan tinju. " Kau tidak perlu berterimakasih pada ku. Tapi jika kau benar-benar ingin berterimakasih, kau harus mengubah sikapmu. Ellie memeluk Rachel yang kini berubah menjadi sosok wanita seusia nya. Rachel membalas pelukan Ellie dengan pelukan hangat dan senyuman manis. Sekejap mereka melepaskan pelukan masing-masing. " Jika kau lapar,kau harus mencari makanan mu sendiri. Hutan mulai subur seperti semula! Ellie meninggalkan Morgan setelah pamit kepada Rachel meninggalkan bangunan tersebut. Morgan menyusul dari belakang" Tunggu, jadi apa kau tidak menemaniku? Morgan berseru kesal.Ellie menggeleng tegas. " Aku sudah lama menemani mu tapi hasil yang ku dapat,kau malah menghujat ku. Jadi aku akan pergi dan lanjutkan lah perjalanan mu menuju kerajaan paman mu itu. Cisen dialah yang harus kau kunjungi, dia sudah lama menunggu mu! Ellie pergi ntah kemana meninggalkan Morgan sendirian. Morgan harus berjalan dengan kuat sembari melahap buah yang baru di petik nya di pinggiran sungai. *** Udara semakin dingin, derikan serangga terdengar merdu, burung-burung kembali ke sarang masing-masing untuk beristirahat. Padang perdu dan rerumputan lain nya basah oleh embun. Morgan tidak tahan lagi, hingga dia harus memutuskan beristirahat. Kira-kira lima kilometer pria itu menemukan sebuah rumah mirip pondok. Bergegas Morgan menghampiri gubuk tersebut, membuka pintunya. Yang tidak lain tempat itu , adalah tempat tinggal Avril yang dulu. " Ah, mungkin tempat ini bisa menjadi tempat tinggal ku! Gumam Morgan memasuki rumah tersebut dan menutup nya lekas dia menyalakan obor menerangi rumah tersebut. Dengan santaj nya Morgan tidur, tanpa memeriksa rumah tersebut. TIGA JAM BERLALU.......... Sebuah sosok menggelidiki telapak kaki Morgan. Morgan marah karena tidurnya di ganggu. Namun semakin lama, bukan hanya telapak tangan Morgan lagi yang di gelidiki, tangan dan kepala juga di elus-elus lembut dan di gelidiki. Morgan mulai penasaran siapa yang menganggu nya. Mata Morgan perlahan membuka, berkedip, terkejut melihat ada orang di depan nya.Bukan orang, tapi sesuatu.. Ahahahahahahahahhaahhah.........Morgan segera bangkit dari tidurnya berteriak seperti orang yang kesurupan. "Apa ini? kenapa hidup ku selalu di temukan oleh sosok misterius seperti ini? Morgan tidak sadar memukul dan meninju sekitarnya. Sosok itu tertawa misterius, melihat tingkah laku Morgan. Morgan semakin antusias" Apa ini rumah mu? Morgan bertanya blusshing takut melihat sosok misteri tersebut. " Yeah, aku sudah lama menempati tempat ini saat penghjni rumah ini pergi..Jadi aku memutuskan untuk tinggal di sini! Ucap mahluk itu. " Jadi kau itu siapa? Tanya Morgan sedikit gentar. " Perkenalkan aku seorang *Undead*! Perkenalan sosok itu sangat menyeramkan. "Undead? Mayat berjalan? apa kalian seperti zombie? Morgan semakin takut menatap sosok menyeramkan itu. "Kid,kid..aku Undead bukan zombie! Ada perbedaan nya. " Jadi kau bisa pergi sekarang sebelum kau ku usir dari rumah ku ini! Rumah ku terbuka lebar untuk mengusir mu! Kemudian sosok itu membuka kan pintu tanpa berjalan. Morgan letih terpaksa keluar dari gubuk tersebut. Tanpa pamit sepatah dua kata pun kepada sosok itu. Udara semakin menyengat dinginnya. Derikan serangga kembali terdengar, burung hantu mengeluarkan suara 'kuk'. Fajar menjemput malam, menjadi subuh. Morgan kedinginan dan merasa letih hingga tertidur di antara rerumputan. SEMENTARA ITU DI KERAJAAN 'ZIER' CISEN MENGAMUK TERUS KETIKA MENGETAHUI MORGAN KEPONAKAN NYA KABUR DARI ISTANA NYA SENDIRI. Tidak lama, dari tidurnya Morgan.Pria itu bangun saat hari telah pagi,dan burung bernyanyi di sekitarnya. Bergegas dia kembali melanjutkan perjalanan nya menghindari gubuk tersebut sejauh mungkin. " Jika Ellie bersama dengan ku,aku pasti tidak akan kesulitan seperti ini.Huhhh..dasar nasibbbb. Ketus Morgan memasuki hutan yang di ujungnya terdapat sungai jernih dan air terjun. Sebelum menuju air terjun tersebut hutan sangat gelap. Tapi syukurlah tidak ada yang mengggangu pria muda itu.Meskj begitu,justru di tempat ini yang paling membahayakan yakni tempat petualang Avril yang bertemu dengan "KOBA" yang kalungnya di berikan ke pada air terjun tersebut. " Kebetulan,aku sangat haus.Beruntung langsung menemukan air.Ucap Morgan berkali-kali. Mulai mengisi tabung air nya dengan penuh agar tidak cepat habis. Buah di sangat masih kelihatan segar. Buah yang ada di antarnya adalah mangga besar dan kuning. Segera pria itu mengambil nya dan melahap nya sebagian lagi di simpan nya di dalam tas ransel. Morgan meluruskan kaki nya di rerumputan kecil, meregangkan otot tubuhnya terutama lengan dan leher. Dedahanan pohon membuat tempat perlindungan yang aman.Pria itu tirus sudah lama tidak makan. Dan mulai membaringkan badan nya. Ternyata sosok mahluk seperti "KOBA" bukan lah hanya satu. Namun,Koba lah pemimpin nya.Semua teman Koba mulai meraung-raung marah mendekati Morgan. Morgan menghela nafas panjang lagi menatap sekitarnya.Pria tirus itu mulai berdiri, dan meninggalkan hutan itu secepatnya. Namun terlambat sudah.Salah satu mahluk mengerikan itu telah sampai telat di depan pria itu.Morgan frustasi dengan wajah nya yang blusshing. Graunggggg......Suara ringkuhan mahluk itu kasar dan menantang. Aungan nya besar, sampai gendang telinga Morgan ingin pecah seketika. Dan merampas tas ransel Morgan , mengunyahnya hingga hancur belur. Morgan geram melihatnya ingin melawan sosok mengerikan tersebut, namun s*****a nya nihil. Hilang ketika melawan"Miraz". Yaitu mahluk kutukan, penunggu bangunan parvel putih . Morgan berjuang melawan mahluk itu dengan tangan hampa. Meski bagaimana pada akhirnya,Morgan terlelap tidak sanggup melawan monster tersebut.Beruntung,para mahluk itu hanya mematikan mangsa nya saja bukan berarti dimakan. Namun satu kawanan mereka menjaga nya Sampai benar-benar tidak bergerak lagi. Kali ini berjuang melawan mahluk jahat, sosok menyeramkan benar-benar mengancam nyawa pria polos tersebut. Hampir satu malam dia tergeletak di tanah,hingga sinar matahari pagi mulai menyiram wajah nya perlahan yang menjadi pertolongan pertama menguatkan organ dan sel yang lemah lemas. Burung pemakan bangkai mulai menghinggapi tubuh nya,namun pria polos itu mengumpulkan seluruh tenaga nya untuk bangkit dan menyandarkan diri ke pohon jati. Air terjun yang mengalir mulai bersinar terang seolah berbicara. Morgan terkekeh menatapi air itu dengan bingung dan songong,mulutnya terbuka lebar menganga hampir lalat ingin masuk ke dalam nya.Morgan menghampiri sungai itu dengan jalan nya yang pincang. Sebagian tubuhnya bercak biru, akibat tinjuan sosok mengerikan tersebut. Morgan masih ragu menginjak dan meraih air tersebut, takut itu juga jebakan. Dengan gemetar, pria itu semakin dekat ke air tersebut.Aliran nya yang curam, cocok untuk olahraga arung jeram. " Wahai, mahluk bumi! Kenapa kau terlalu takut mendekati air ku? Morgan semakin bingung melihat air yang bisa bicara." Tunggu ,apa kau bisa bicara seperti mahluk-mahluk yang terus mengganggu ku? Morgan sedikit gentar. Air itu seolah tersenyum simpul. Rasa takut terlukis di wajah pria itu dan syaraf nadi nya terlihat tegang." Jangan salah,nak. Aku air suci bukan raksasa seperti mahluk yang pernah mengganggu mu! Air itu berbicara dengan ramah tamah. Kemudian ekspresi wajah Morgan berubah menjadi kosong tanpa arti." Kemarilah,dekatkan lah diri mu ke air suci ku ini.Aku akan menyembuhkan luka memar mu, dan jangan pernah kembali lagi ke hutan ini.Koba, lah ketua para mahluk jahat itu yang pernah mengutuk air suci ku ini dengan kalungnya. Kemudian Putri Avril,datang bersama temannya kemari untuk bertualang. Namjn saat mereka hendak istirahat Koba datang dan menyerang mereka.Saat itu lah Avril membunuh Koba,dan memberikan kalungnya kepada air ku agar air suci ku bisa bermanfaat lagi. Karena itu lah aku akan selalu hormat pada nya. Namun dia tidak tau bahwa masih banyak lagi sekutu Koba. Wajah Morgan mengeras sedikit kagum.Dengan percaya akhirnya dia memasuki air suci dan seketika seluruh tubuhnya di bungkus oleh cahaya yang sama dengan cahaya membungkus Avril waktu itu. Mata Morgan tidak hanya menujusatu arah, dia mondar-mandir melihat ke sana-kemari. Tampak kekaguman di wajahnya. Perlahan sinar itu memudar dan kembali seperti semula.Morgan keluar dari air dan merasakan semua tubuhnya lebih baik dari semula.Kekuatan nya pulih dan memar di wajah nya hilang. " Bagaimana... bagaimana bisa? Trima kasih banyak air suci,trima kasih.Morgan menunduk tulus dan iklahs. Air itu, berseru keras" Kau tidak perlu berterimakasih kepada ku'nak.Cukup rubah lah sikap mu itu.Jikau kau enggan kembali lah ke istana paman mu, atau kau akan mendapat kecelakaan besar setiap menjalani hutan ini! Air itu masih bercahaya.Morgan mengangguk namun dia masih bingung." Aku tidak tau lagi kemana jalan pulang,apa kau bisa membantu ku? Tanya Morgan dengan serak dan nada harapan. " Kau perlu hanya perlu,mengikuti jalan lurus di sebelah kanan ku ini.Semua jalan itu lurus.Dan jika kau melesat melewati jalan itu, bisa-bisa lagi kau akan bertemu mahluk yang sangat misteri di hutan ini, apalagi aku tidak memiliki teman sama sekali. Air itu kembali senyap,sejenak suasana lengang menyisakan suara air terjun yang mengalir deras. Pria itu sedikit bimbang, namun tidak.ada lagi pilihan lain kecuali kembali. Namun Morgan harus siap mendapat marahan, dan siksaan dari Cisen paman nya. *** Melintasi jalan setapak yang terus lurus memang sesuai dengan petunjuk air suci tersebut. Semakin lama, hari semakin gelap.Malam menjemput sore. Matahari mulai tenggelam ke barat.Morgan bersi keras agar tetap melanjutkan perjalanan nya, meski pun pikiran nya menyuruh agar istirahat namun dia bisa mendengar bisikan hati nya agar tetap berjalan. Malam semakin lantang gelap nya.Morgan tidak takut ataupun bimbang lagi, karena petunjuk air suci tersebut sangat meyakinkan Hingga Morgan tidak tahan lagi, dan memutuskan agar beristirahat di jalan tersebut. Mengambil daun talas yang lebar dan tidur beralaskan nya, hanya untuk mengisi tenaga kembali. *** " Tomy di mana? Visel mengerutkan kening nya.Avril dan Skan menggeleng asal mengatup kan mulut menahan tawa melihat kepedulian Visel terhadap Tomy. " Ada urusan apa dengan ku? Ada yang mau ngajak kencan? Canda Tomy duduk di kursi bergabung bersama Avril dan yang lain nya di tempat favorit mereka nya menatap Visel yang tersipu malu. Rahang nya menegang melihat Tomy menyadari perasaan nya. "Visel menyukai mu'Tom.Berkali-kali dia mengatakan nya pada ku dan Skan! Avril nyengir lebar, sudut mulut nya muncul. Visel menyeringai kesal melihat Avril terlalu terbuka. " Benar kah? Sejak kapan? Tomy antusias melihat Visel sedangkan Skan dan Avril tertawa terbahak-bahak.Visel semakin geram. " Kapan kita akan memulai petualangan kita lagi? Kita akan kemana? Visel berusaha mengalihkan topik pembicaraan tidak membahas nya lagi.Visel menyikut lengan Avril dan Skan dengan kasar yang kebetulan berada di samping nya. ' Bolehkah kita tidal harus membahas hal itu sekarang? Telinga ku panas dan ingin menelan kalian satu per satu.Tatapan Vis s***s menatap Avril dan Skan kakak laki laki nya seolah ingin menguliti mereka berdua yang tetap mengabaikan tatapan Visel dan mengangkat bahunya di dampingi tawaan Avril yang melengking. Tomy mengangguk-angguk sembari tertawa. Visel semakin geram seakan semuanya menyindir diri nya. "Canda, emang kenapa Sel? Skan keberatan menatap Visel dengan kosong." Udah deh, kapan-kapan aja kita bahasin masalah itu! Sergah Tomy tegas dan seketika semuanya tenteram menyisakan rembulan bulan yang sedang bersinar terang. " Oh, iya.Masih ingat tentang Morgan, keponakan nya Raja Cisen? Avril membuka topik baru dan semuanya saling tatap dan mengangguk. " Ada tentang bocah itu? Apa dia membuat kekacauan lagi? Visel mulai melupakan rasa marah dan dendam nya. " N'tahlah. Aku tidak pernah bertemu dengan Ellie lagi.Mungkin dia sudah pergi meninggalkan kerajaan Calfor yang menjadi tujuan pria itu sebelum nya! Avril menjawab singkat. " Dia tidak terlalu tampan bukan? Skan menyeringai lebar.Avril menyikut lengan nya dengan tatapan simpul" meski begitu kita tidak boleh asal memaki orang' Skan.Seburuk apa pun mereka.Larang Avril. Skan mengangguk benar." Rencana kita besok kemana? "Hmmmm, mungkin bagaimana kalau kita kembali ke air suci itu? Avril berseru girang sekaligus menantang.Visel menggeleng" Kurasa itu bukan ide yang baik! Ke tempat lain aja.Sela Visel." Tidak,kita akan ke sana besok melatih ketegaran dan keberanian kita! Sebagai orang yang akan mengalami ujian bertarung, nyali harus kuat! Skan dan Tomy menjawab serempak sependapat dengan Avril. " Terserah ,kalau begitu kalian lah yang akan melawan hewan buas nantinya di sana.Visel menjawab kesal. " Yah, meski jika ada mahluk yang mengerikan di sana kita kah yang ber tugas membebaskan hutan itu nanti! Avril menjawab tegas. " Sebagai pemimpin yang sejati dan tangguh! Tambah Skan dan Tomy ikut-ikutan mengangguk mantab. Angin bertiup sepoi-sepoi, memainkan rambut bagus Avril. Tadi nya malam berubah menjadi subuh meski bulan dan bintang tetap beriringan menyinari langit yang gelap. Avril mulai menguap begitu juga yang lainnya. Memutuskan memulai istirahat masing-masing. Bergegas beranjak menuruni tangga menuju kamar masing-masing. Namun kamar Avril sedikit lebih tinggi mirip nya menara yang berada di kerajaan,namun berdekatan. Sebelum memasuki kamar masing-masing ke-empat remaja itu sempat mengucapkan selamat malam. Hingga menuju ranjang tidur lekas menutup pintu masing-masing. Avril,mulai membaringkan badan nya di atas ranjang yang empuk. Memikirkan soal petualangan mereka untuk besok pagi hari. Mengingat tentang air suci dan Koba. Di dalam hati nya tersimpan sebuah prinsip.bahwa nyali, kesetiaan,baik hati,dan kerendahan hati bisa mengalahkan mahluk jahat sekali pun Avril terdiam sejenak,tanpa memikirkan sesuatu pun. Pikirannya kosong,melamun tanpa arti.Sejenak sebuah ide terlintas di pikiran nya. Namun Avril cepat'sadar bahwa pikiran yang melintas di pikiran nya adalah ujian serius, yang menngoda. Avril cepat-cepat menghilangkan pikiran itu dan mulai menyelubungkan tubuh nya di balik selimut yang tebal dan megah. Avril memejamkan mata berusaha tidur. Penampakan nya saja mengantuk, namun kebenaran nya.Masih Ingin beraktifitas. Penampakan taghayul sering di kamar Avril yang mestinya itu adalah Ellie,mengawasi Avril agr aman-aman saja tanpa ada satupun yang membahayakan Avril.Dan Ellie datang tanpa sepengetahuan Avril. Seperti saat ini,Ellie juga dengan sosok taghayul nya mulai melindungi Avril tanpa menggangu gadis tersebut.Para taghayul berusaha untuk menjaga dan menjamin ke sehatan dan ke amanan Avril yang akan mewarisi kerajaan Calfor,kerajaan yang tidak serakah berbeda dengan kerajaan Zier. Subuh semakin terang,bergantian pagi sedangkan Avril masih terlelap di ranjang nya.Burung-burung muali berkicau bangun seperti ada ucapan orang dulu"Jika burung pertama bangun dari orang,maka orang yang terlambat itu akan kehilangan rezeki nya.N'tah lah apa itu benar atau hanya issue.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN