PART 11| ANCAMAN CISEN
“Dimana’ mereka? Dasar b******k telah kabur dari Kerajaan ku! Ucap Cisen dengan lantang dan kasar. Bagaikan nyala api’ wajahnya memerah bak kepiting rebus. Sekaligus di tempa cahaya panas matahari yang sangat laju.
“Maaf tuanku, tapi kami tidak tau persis bagaimanan insiden akan hal itu’bisa terjadi. Tapi, cobat lihat ke sini..! Mr. Hendon menunjuk ke arah gerbang istana, dan melihat ada sebuah tanda yang di lakukan Gin sewaktu mereka kabur. Seketika Raja Cisen menoleh dan tertawa iseng serta memberi tatapan sinis kepada kepada Hendon.
“Hahaha......apa menurutmu itu masuk akal Hen? Apa menurutmu manusia genius seperti aku ini bisa di tipu dan percaya akan hal sepele seperti itu’ begitu? Itu pasti tipu muslihat mereka. Membuat sebuah cara yang brilian dan sangat nyata hanya agar mereka berhasil lolos mengaburkan diri! Dasar brengsek....... ! Kali ini suara cisen meninggi, keras, dan juga tertawa terbahak-bahak.
“Kenapa kau selalu seperti itu’ paman Cisen? Apa kah anda bisa berhenti mengatakan hal itu? Berteriak dan tertawa seperti orang gila. Morgan yang melihat akan perilaku Cisen merasa jengkel dan mulai panas lantas memotong tawaan pamannya.
“What do you mean? Are you crazy? Sekali lagi kau berani mengomentari ku, dasar bocah ingusan. Bisa-bisa nyawa mu akan hilang dalam waktu sekejap! Cisen mengancam Morgan keponakannya dengan serius dan menatapnya tajam. Seolah tatapannya ingin menelan Morgan bulat-bulat.
“Jadi, sekarang katakan kepadaku Prof... ! Dimana mereka sekarang? Kau lah yang selalu mengetahui seluk beluk mereka! Jika kau tidak mau mengatakannya, kau akan ku gantung seperti menggantung anak kelinci di perapian. Atau kau harus mencari mereka dan membawa nya ke hadapan ku! Cepat kau harus mengambil keputusan! Ancam Cisen dengan mata yang menyala-nyala.
Karena tidak ada pilihan lain lagi baik Hendon’ pria itu terpaksa mengambil keputusan demi menyelamatkan nyawanya. Hendon menarik nafas panjang, dan mulai mengutarakan hal yang sebenarnya. Melihat akan hal itu, Morgan mulai frustasi menatap dengan tajam dan seksama Hendon yang nyawanya mulai tersesat jika tidak mengambil keputusan.
“Aku akan mencari mereka, ke hutan sekarang juga! Hendon menjawab dengan tersendat-endat dan merasa bodoh karena sudah merespon pembicaraan Cisen sosok kurus yang jahat. Namun apa boleh buat demi menyelamatkan nyawa nya sendiri.
“Itu pilihan yang sangat brilian sekaligus bodoh. Jika kau memilihnya seseorang harus ikut padamu kecuali ‘Morgan! Sekejap tatapan Cisen kembali kepada Morgan.Dan jika orang yang ikut dengan mu tidak kembali lekas kalian pulang, kalian semua akan mati atau tidak...hm...??kalian sudah tau kan kalian akan ku apakan? Cisen tersenyum iseng dan menunjukkan lengan emas nya yang sangat berkilau yang tentunya memiliki kekuatan gaib atau sihir semacamnya.
Morgan geram dan tidak tahan melihat hal itu. “Kenapa aku tidak boleh ikut’ Paman? Kan aku bisa menggunakan seluruh pemikiran ku ini untuk membawa mereka kembali lagi kepada mu! Morgan merayu Cisen pura-pura.
“Tidak’ aku tidak akan melaksanakan perintahmu sekalipun kau mengancam nyawaku! Hendon meronta dari genggaman Cisen dan seketika seluruh tubuh nya di selubungi dan terikat oleh tali sihir berwarna hijau. Tubuhnya bagaikan di setrum belut, dan karena lebih memiliki tegangan yang tinggi dia mulai kejang-kejang namun hal anehnya dia tidak mati. Itulah kekuatan sihir Cisen.
“Bagaimana rasanya jika kau melawan perintahku? Mungkin terasa enak dan seperti di terapi’ bukan begitu? Sekarang katakan Prof yang hebat! Apa kau masih tidak mau melaksanakan perintah ku? Tapi’sayangnya Hendon hanya bisa mengeluarkan suara rintisan menahan sakit. Semakin lama dia semakin lemas dan pingsan di dalam ikatan sihir.
“Baiklah aku akan melanjutkan pembicaraan kita setelah kau bangun. Sekarang’ Optimus’ panggilkan dia kepada ku, biar saja aku menyerahkan tugas ini padanya dan aku jamin semuanya akan lancar tidak seperti si biang kerok ini! Berantas Cisen masuk ke kerajaan nya mengontrol Hendon agar ikatan sihirnya dan juga tubuhnya tepat berada di samping kursi tahtanya.
Morgan mengikuti nya dengan wajah cemberut dan mulai mengerutkan dahinya berpikir mencari jalan baru dan lebih positif dan lebih simple serta brilian. “Ayo di mana pria yang gagah itu? Teriak Cisen dari bangkunya dan menoleh Optimus apa dia sudah datang.”Cepat katakan agar dia juga datang kemari bersama’Henry’ ! Timpal Cisen.
“ Bukannya paman Henry sedang sakit? Seru Morgan sedikit ber simpati. Suasana hening ruangan mulai lengang. Cisen menatap tajam Morgan dan pandangannya seperti memastikan apakah itu benar. Morgan mengangguk dan menoleh Optimus yang sudah berada di depan Cisen. Pria itu gagah memakai baju perangnya dan sebagian lagi hilir mudik mencari Henry yang sebetulnya sedang sakit.
“Bagus, selanjutnya di mana’ Henry’? Ketus Cisen dan dengan spontan Optimus mulai menoleh dan pandangan nya juga tidak hanya tertuju ke satu arah. ‘Hm...tapi Henry kan sedang sakit! Optimus sedikit ge-er dengan pertanyaan Cisen sang raja dan saat dia juga sadar bahwa temannya sedang sakit.
“Hmm, ternyata bocah ini tidak berbohong! Gumam Cisen menatap Morgan keponakannya. “Baik, aku ingin kalian segera membawa kemari’ Sherry si b******k itu dan juga teman nya! Kali ini wajah Cisen kembali panas dan nadanya meninggi. Morgan menatapnya dengan tatapan bodoh dan geram.
Tiba-tiba Henry muncul dengan wajah sedikit pucat. Cisen yang melihatnya segera tertawa kesenangan dan menyuruh nya agar melakukan persis apa yang di lakukan Optimus.
“Sesuai permintaan anda Yang mulia! Kemudian Optimus pergi menuju hutan. Dan melesat berlalu di antara tembok dan di tiang yang tinggi menuju semak-semak belukar yang gelap.
****
“Kita harus bagaimana? Pergi ke kerajaan Calfor malah di usir, jadi kita harus bagaimana? Juan mulai gelisah dan mengulangi kata-katanya. “Kurasa sebaiknya kita beristirahat di sini aja’ dan besok kita akan mencari tempat hidup! Bagaimana dengan mu’ Sher? Albarn sedikit menoleh ke arah sahabatnya itu.
“Tapi aku sudah haus, lagi pula tabung minum kita juga kan sudah habis! Apa tidak ada lagi yang bisa memuaskan rasa dahaga? Sejenak Juan mendongak ke arah tas ransel nya dan tidak ada satu pun benda yang bisa di makan seperti buah dan masih banyak lagi.
“Aku masih punya buah. Dan mungkin ini bisa memuaskan rasa haus kalian! Sherry mengeluarkan buah mangga yang ada di tas nya kira-kira ada sepuluh buah. “Wahh, syukur kau masih menmbuat stok makanan kita’ Sher! Juan mulai berbinar dan senang. Sherry membagi dua jatah makanan masing-masing dan dua lagi di simpannya mana tau ada yang dengan tiba-tiba mendadak ke hausan.
Gin mulai menyalakkan api unggun dan seketika sebagian mulai terang. Albarn memasangakan sebuah tenda yang besar lebih besar dari tenda kemah, yaitu dimana mereka malam ini akan bermalam. Rasa panas dari api akibat radiasi membuat tubuh mulai menyesuaikan ke lingkunagn yang dingin dan mulai hangat.
Suara derikan serangga terus berbunyi mungkin sudah menjadi formalitas bagi serangga. Suara dentuman kodok terdengar nyaring dan jika selalu di dengarkan akan tidak membuat nyaman. Sesekali burung hantu berbunyi’ sinar rembulan bulan yang sangat indah membuat hari semakin cerah di tambah bintang yang selalu menghiasi langit. Langit mulai mendung dan gerimis mulai turun membungkus wilayah permukaan tanah dan awan tebal menutupi bulan.
Seketika semuanya gelap gulita hanya cahaya yang berasal dari api unggun kini masih menyala namun apinya sudah mulai padam akibat air hujan yang membasahi nya. Gin menyuruh agar cepat masuk ke tenda, dan mereka pun terlelap tidur kecuali Sherry yang menjadi jaga malam, dan di lanjutkan oleh Juan, Albarn dan yang terakhir Gin. Setelah semuanya terlelap’ tinggal Gin yang bangun berjaga sampi esok hari.
Perlahan terdengar suara dengkuran Albarn sementara Juan ngences sedikit. Sherry tidak bisa nyaman. Dia meronta dan menendang-nendang’ hingga terkadang mau mengenai perut Juan, dan dia pun mengerang kesakitan.
Malam mulai surut, bulan kembali berselubung bersembunyi di balik awan. Bintang mulai bersembunyi dan fajar datang menggantikan malam yang gelap. Juan mengeluh ke sakitan dengan perutnya nyaris telah bangun dan juga yang lainnya. “ Aduh, sakit banget sihhh?! Juan mengomel dan memegangi perutnya.
“Jadi sekarang, apa yang harus kita lakukan? Sherry sedikit menoleh ke arah temannya. Albarn mendengus kesal dan mulai menjerit. “Bagaimana kalau kita mencari salah satu tempat tinggal di hutan ini? Masalah makanan kita kan masih bisa melarat mencari buah-buah liar yang pantas di makan! Seru Gin.
“Baiklah, sekarang kita mencari tempat tinggal dulu! Ucap Sherry dan mulai menggendong tas ransel nya dan juga Juan menuju ke arah selatan.
****
“Dimana mereka ya? Dari tadi aku belum menemukan jejak atau sebuah pertanda yang bisa mengetahiu mereka pergi ke arah mana! Gumam Optimus yang masih berjalan di sekitar hutan bersama Henry.
“Ntahlah, bagaimana kalau sekarang kita menuju hutan selatan terlebih dahulu? Dari pada sekarang kita hilir mudik tanpa arah yang jelas. Hmmm...bagaimana? Tanya Henry memastikan pendapat temannya. “Yah, mungkin itu ide yang brilian bukan? Sekarang ayo kita memutar rute perjalanan kita menuju ke arah selatan! Optimus yang sependapatan denagn Henry segera menuju ke arah selatan yang di susul Henry dari belakang.
“Apa kau masih memiliki cadangan makanan untuk sementara Optim? Henry menoleh ke arah Optimus yang masih dengan bugar dan semangat melintasi sepanjang hutan selatan. Berbeda dengan diri nya yang sudah mulai letih dan lemas. Perutnya kosong akan makanan, wajar sudah semalaman hanya memakan sekeping roti lingkaran.
“Ohh, ayolah’ Hen! Kau ini cerewet banget sih? Tapi, mungkin aku bisa memberikan mu roti persediaan ini untuk menambah kekuatan mu’ bukan? Sejenak Optimus berhenti, duduk di antara rerumputan dan mulai membuka tas nya sembari mengeluarkan dua buah roti berbentuk lingkaran.” Mungkin roti ini tidak terlalu memuaskan rasa lapar. Tapi semestinya kan rasa lapar mu sudah sedikit berbayar! Ketus Optimus dan memakan jatah masing-masing. Lekas itu mereka melanjutkan perjalanan dengan sedikit tenaga.
****
“Bagimana? Apa kau sudah menemukan tempat tinggal? Ali menoleh ke arah Sherry dan Juan yang bertugas mencari tempat tinggal. Sedankan Gin dan Albarn bertugas untuk tetap berjalan di arah selatan memberi jalan yang benar. Sherry masih menggeleng pelan sampai Gin bertanya untuk ke-dua kalinya.
“Hadehh... sampai kapan lagi kita harus melarat seperti ini? Juan menghela nafas. “ Sampai kita menemukan tempat tinggal kita’ Juan! Ayo jangan malas. Sherry berusaha memberikan semangat kepada teman nya dan sekali bercanda menghidupkan suasana.
“ Hah? Tidak bisa di percaya! Gumam Juan saat Sherry masih melirik ke sana kemari. Juan menyela semak-semka yang menghalangi wajahnya dan yang emnghalangi arah sebuah tempat. Juan menghampiri sebuah rumah yang peyot layaknya disebut sebagai pondok. Tentunya rumah itu adalah tempat tinggal Avril yang dulu.
“Hei, coba lihat kemari! Aku menemukan tempat tinggal kita. Juan bersorak girang memanggil temannya yang kini sudah datang menghampiri Juan dengan sebilas senyum di bibirnya. “Genius’ Ju! Ternyata kau bisa di andalkan, mungkin gubuk ini bisa menjadi tempat tinggal sementara bagi kita! Sherry mendekati Juan dan menepuk-nepuk pundak Juan.
“Hm..yeah tentu. Siapa bilang aku tidak bisa di andalkan? Hanya kalian saja yang terus meremehkan ku seperti orang bodoh! Ledak Juan dan menatap Sherry sinis. “Dasar, Juan memang menggemaskan, tampan, pintar, sekaligus menyebalkan! Sherry tertawa terbahak-bahak usai meledek Juan.
“Baik sekarang kita harus membersihkan rumah ini. Tapi sepertinya ini baru di huni ya! Kelihatannya masih bersih! Ali mulai membuka pintu rumah itu dan menatap rumah itu. “ Tunggu’ jangan-jangan baru di huni hantu! Sherry bercanda dengan serius membuat Juan sedikit jengkel.
“Ayo, jangan buang-buang waktu lagi! Ayo bekerja sama membersihkan ruangan ini! Bentak Albarn si super tegas dengan suara nya yang sedikit melengking’ membelah perdebatan antara Sherry dan Juan. Sherry dengan spontan mengangguk masuk ke gubuk dan dengan sigap mengambil kesibukan masing-masing yang di susul oleh Juan sambil mengomel.
“ Sherry dan Juan pergilah cari persiapan pangan kita untuk malam, biar saja kami yang akan membersihkan bangunan ini. Tapi ingat kalian harus pulang dengan cepat mana tau Cisen masih mengincar kita ! Gin memperingatkan Sherry dan Juan agar tetap berhati-hati.
“Sherry segera meninggalkan pekerjaan nya bersama Juan dan melaksanakan perintah Gin. Mereka bergerak mencari makanan dengan bersungguh-sungguh. Tidak jauh dari gubuk tempat tinggal mereka terdapat aliran sungai yang memiliki ikan banyak. Sherry dan Juan menagkap ikan tersebut dengan cepat dan pulang untuk membakar ikan tersebut.
Gin dan Albarn yang melihatnya senang dan Ali segera membakar nya dengan sigap. Lekas semuanya beres mereka makan di rumah tua itu dan mulai bercerita-cerita. Dan beberapa menit kemudian, di selangi tawa mereka pun tertidur. Kilatan petir di iringi angin membuat rumah tua itu ingin roboh. Dan mulai muncul suara misteri dari arah luar.”Apa yang akan terjadi”?