PART 12| PERTARUNGAN OPTIMUS.
Samar-samar terdengar suara ribut dan langkah kaki dari arah luar yang mendekati rumah yang sedang di tempati Sherry dan temannya. Juan sedikit ber firasat aneh dan tidak nyaman, segera dia membanguni Sherry, Gin, Albarn, dan juga Ali.
“Ada apa? Dengan mata menyipit Sherry bertanya berusaha membuka matanya. Gin dan Albarn kaget melihat tingah laku Juan.
“Hei’ ada apa? Tumben kau bangun cepat dan segera membanguni kami! Lantas gin berseru marah kepada juan. Kantuk nya sangat berat.
“Ada apa? Ada apa? Huhh..kalian masih banyak tanya’ coba temani aku pergi keluar! Aku ber firasat aneh. Sungguh, tadi aku mendengar suara keributan dari arah luar! Juan menoleh singkat ke arah teman nya.
Sherry dan Albarn nyengir lebar. Juan cengesan dan sangat geram ingin meremas temannya menjadi adonan akibat mereka tidak percaya malah menertawain diri nya sendiri.
“Gin’ apa kau bisa menemani ku untuk pergi ke luar? Mana tau ada orang yang menyusup dan hendak menyerang kita. Saran Juan, seketika Sherry mulai ikut serius. “”Baik, aku yang akan menemani mu! Dengan spontan Sherry menjawab nya.
“Eh, benarkah? Mata Juan sedikit berbinar dan mulai bergegas keluar bersama Sherry, Ali, Gin, dan Albarn. Lekas membuka pintu’ tidak ada siapa-siapa dan mereka mulai melihat sedikit lebih jauh . Dan dua pria muncul yang salah satunya pasti di kenal oleh mereka ber-lima. “HENRY”??? seru mereka sejuta kaget.
“Hah, ternyata kita bisa bertemu pada waktu yang tepat! Optimus mulai nyengir. Menatap mereka beranjak mendekati Henry yang sedikit jauh dari arah nya tersebut.
"Bagaimana sekarang? Henry menoleh ke Optimus.
“Bagaimana apanya? Yah’ tentunya cepat lawan donk. Jangan lamban kayak siput! Bentak Henry.
Sherry dan Juan membuat sebuah formasi untuk melindungi, sedangkan Gin, Ali,dan Albarn menyerang bergantian. Tidak lama lagi mereka mengalah tidak dapat mengelak akibat di kepung manusia dewasa yang sangat besar. Optimus dan Henry tertawa senang dengan keras. Menunggu hari cerah’ lekas itu mereka kembali ke kerajaan Zier memaksa Gin dan temannya berjalan.
Sesekali Juan mengerang sekilas menahan rasa kesal nya dan juga rasa sakitnya. Namun wajah Sherry yang tetap bugar lebih dari makanan membuat nya tambah semangat dan sesekali caper mencari perhatian Sherry di waktu yang tidak tepat. Saat Albarn menyikut lengannya agar tetap fokus’ Juan tetap tidak peduli. ****
“Hayo...dimana mereka? Aku sudah lama menunggu nya’ dan aku ingin sekali melampiaskan amarah ku ini kepada mereka, terutama si Sherry’ si bodoh itu! Dasar biang kerok. Cisen masih terus mengomel saat belum melihat kedatangan Optimus dan juga orang yang sangat menyebalkan bagi nya.
Morgan kacau balau dan ingin mengacaukan seluruh rencana Cisen. Sayangnya dia tetap tidak berhasil’ kekuatan Cisen jauh lebih kokoh. “Mereka sudah datang’ tuanku! Optimus berhasil mencari dan membawa mereka kemari! Ucap salah satu pengawal lantas melihat kedatangan Henry dan Optimus.
“Bagus..bagus sekali! Aku ingin melampiaskan seluruh amarah ku pada mereka. Ternyata tidak sia sia aku mempercayakan tugas ini kepada pria gagah itu! Cisen dengan penuh kemenangan melirik dan beranjak kembali ke kursinya.
“ Apa kabar kalian’ heh? Bagaimana akhirnya jika kalian kabur dari kerajaan ku? Dasar orang bodoh. Pikiran kalian terlalu sempit dan pendek hingga tidak bisa mengetahui bagaimana trik ku! Ocehan Cisen membuat Juan tidak sabar.
“Kenapa kau selalu mengomel menjatuhkan harga diri kami’ heh? Kau tidak bisa asal ngomong’ mentang kau seorang raja! Raja apa yang memerintah seperti itu’ heh? Seperti orang yang stres atau bisa di bilang seperti orang gila! Juan akhirnya angkat bicara, menatap lamat-lamat dan sangat tajam. Albarn menyikut lengan Juan dengan sigap atas ketidak sopanan Juan.
Juan mengangkat bahu dan ekspresi nya lantang seolah berkata” Apa nya yang tidak sopan”? Cisen mulai memelotot tajam ke arah Juan. “Hei, Juan kau bilang apa’ Heh ? Emangnya apa hak mu di kerajaan ku ini? Jangan biasakan sewenag wenang nya kau berbicara. Cisen marah menegor Juan dengan gigi terkatup.
“Apa kau perlu ku buat seperti orang itu? Pria paruh bayah itu menunjuk ke arah Hendon yang sudah jatuh pingsan dalam ikatan sihir. ‘Hahahhhaa.’ Juan, Sherry, Gin, dan Albarn berseru kaget terutama Ali.”Apa yang kau lakukan padanya Cisen? Hendon kan bukan penjahat. Sebaiknya kau harus tau bagaimana cara dan menggunakan sihir mu itu! Bentak Ali dengan prihatin melihat sahabatnya’ Hendon.
“Tentunya kalian tidak tau kan’ apa alasan ku mengikat nya! Lagi-lagi Cisen menggeleng dengan iseng. Tangan Cisen bergerak, mengarahkan nya pada Sherry. Sherry tiba-tiba kejang-kejang tidak bisa bernafas, perasaannya bagaikan terkena setrum belut. Dan tubuhnya pun di bungkus oleh ikatan sihir berwarna hijau persis dengan sihir yang mengikat tubuh Hendon.
Juan menjerit dan meneriaki nama sahabat nya itu sekaligus orang yang di sukai nya’dan mendengus kesal menatap Cisen. Begitu jugadengan gin dan yang lainnya.”Nah..’ sekarang giliranmu! Cisen mengikat Juan di ikatan yang berbeda tapi sama dan selanjutnya Gin, Albarn, dan Ali.
Morgan mulai berkemas pergi dari’ kerajaan dengan diam-diam menaiki kelana nya menuju hutan. Orang-orang sempat melihatnya bahkan mengejar Morgan. Namun terlambat sudah’ laju kecepatan kuda Morgan lebih jauh bahkan stamina pertahanan nya juga kuat. Dan orang yang tadi nya masih mengejar Morgan berhenti saat menemui, sosok mahluk halus yang mereka percayai sebagai “Taghayul” konon, yang sangat di takuti di Zier.
Meski menunggu dengan jangka waktu lama kepergian sang”Taghayul” hasilnya sia-sia saja. Mungkin sosok gaib itu marah dan tidak terima atas perilaku pemimpin Zier sekarang yakni’ Cisen.
Bahkan Optimus sekalipun tidak berani saat melihat tingkah sang “Taghayul” yang murka dengan ebat.
“Morgan’ bersyukur orang yang menggangu nya terhalang oleh “Taghayul”. Morgan percaya itu adalah bantuan “Dewi Fortuna Sang Dewi Keberuntungan”. Dia berhenti di sebuah hutan yang tidak terlalu rimbun dan tidak terlalu menakutkan. Sejenak Pria yang muda itu memakan buah dan bingung ingin melanjutkan perjalanannya ke mana.
Beranjak dia ingin melanjutkan perjalananya namun langkah nya terhenti oleh teriakan seseorang yang memanggil namanya. Morgan mulai takut saat hilir mudik tidak melihat siapa pun di sekitarnya. Dia kembali ingin pergi, bergegas meninggalkan hutan tersebut, untuk ke-dua kalianya suara itu memanggil namanya.
“Siapa itu? Aku tidak melihat sesuatu di sini. Mungkinkah itu sosok yang menakutkan dan hendak mencegataku agar dia bisa membunuh ku dan menelanku mentah-mentah”? Morgan mulai keringat dingin dan bertanya pada dirinya sendiri namun dia tidak menemukan jawaban saat suara itu kembali memanggil namanya untuk yang ke-tiga kalinya.