Bab 2 Titik Akupuntur Rahasia kak Dhini
Nada bicara Kak Dini sangat tidak senang, tapi aku dapat merasakan bahwa dia tidak benar-benar marah, melihat wajah menawannya, aku merasa bahwa dia sepertinya merindukan sesuatu. Hanya baru pakai
Melihat bentuk Kak Dini seperti ini, Aku menjadi lebih berani .
"Kak Dini, kamu begitu cantik dan juga punya bakat yang luar biasa, apalagi tubuh kamu begitu sempurna, aku pikir selama seorang lelaki yang bertemu dengan kamu semuanya akan terangsang, kecuali orangnya bukan laki-laki."
"Ng, kamu cukup pintar dalam bicara, jelas-jelas dalam hati mempunyai pikiran yang tidak seharusnya dipikirkan sebaiknya masih berdalih menyamarkan guru Mansyur saat memijat aku tidak seperti kamu sekarang ini,inilah perbedaan kalian,mengerti?"
Mendengar perkataan wejangan Kak Dini, aku sangat ingin membantahnya bahwa teknik pijatan aku adalah turunan dari keluarga.
Tetapi pelanggan adalah raja.
"Yang Kak Dini katakan benar, kalau begitu kita teruskan apa istirahat dulu?"
Ini adalah wanita pertama yang aku pijat setelah bergabung dalam klub, selain itu merupakan seorang wanita yang sangat cantik Meskipun aku akan lelah karena memijat,tapi kulit kak Dini yang seperti kain satin membuat aku benar-benar tidak bisa berhenti.
"Kamu ubah musiknya, dengan suara DJ yang lebih besar, dan nyalakan lampu ruangan yang paling gelap, lalu kita lanjut. "
Setelah mengatakan ini kak Dini melepaskan handuk mandinya, aku tidak menyangka bahwa kak Dini akan begitu berani,aku selalu mengira bahwa Kak Dini adalah seorang wanita yang kolot, dan tidak akan menyangka akan melepas handuk di depan aku ,yang membuat aku lebih tidak menyangkanya adalah kak Dini ternyata tidak mengenakan celana dalam.!
" Kenapa kamu masih bengong,redupkan lampu."
Aku dengan cepat mematikan semua lampu dalam ruangan ke yang paling gelap , disaat bersamaan suara DJ juga di sesuaikan ke yang paling maksimal.
Kedap suara klub sangat bagus,tapi jika menempelkan telinga ke pintu,masih tetap bisa mendengar suara-suara di dalam ruangan.
"Kak Dini Bagaimana kalau aku melakukan perawatan minyak esensial untuk kamu terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan lagi dengan pijatan klimaks? "
"Ng, kamu cukup gunakan keterampilan terbaik kamu, nanti setelah merasa enak nyaman, aku akan menyuruh teman-temanku untuk mencari kamu."
Perkataan Kak Dini seolah-olah seperti memberi aku pil penenang, aku segera mengeluarkan minyak esensial mawar terbaik dari dalam kotak kecil dan mulai memijatnya.
Pertama memberinya pijatan seluruh tubuh tentu saja selama pijat tetap menjaga beberapa bagian privasi Kak Dini, hanya saja kali ini kak Dini tidak ada merespon, aku juga tidak berani melanjutkan percobaan titik kesenangan setiap orang berbeda, sebelumnya aku telah menemukan tiga titik kesenangan Kak Dini dari punggungnya, kalau begitu titik kesenangan di depan tubuhnya pasti akan lebih banyak lagi.
"Kak Dini, selanjutnya aku akan melakukan pijatan klimaks kamu harus membuat persiapan diri. "
Saat aku selesai mengatakan ini tubuh Kak Dini terlihat jelas bergetar, dan mengatakan"Ng"dengan samar.
Sebelumnya saat Kak Dini datang untuk pijat mungkin semuanya sesuai dengan aturan yang ada, pijatan aku ini meskipun juga sesuai aturan, tetapi terlihat jelas berbeda dengan rileks, dan yang sebelumnya rileks dulu baru merasa enak nyaman, perbedaannya adalah punya aku dapat menimbulkan kenyamanan mental.
Mengganti ke minyak esensial biasa, dan mulai memijat di sepanjang kaki putih Kak Dini, titik akupuntur di telapak kaki terhubung ke banyak bagian tubuh.
Aku mengambil salah satu kaki mulus putihnya, lalu menekan dengan lembut titik telapak kaki, hanya saja kali ini, Kak Dini merasa enak hingga mengeluarkan suara.
Kaki mulus putih Kak Dini sangat indah dan lembut dengan adanya nail art menambahnya terlihat semakin cantik dan imut.
Aku meningkatkan intensitas dan menekan ke titik telapak kaki, lalu menggunakan jari untuk terus mengikis saraf gerak di bawah kaki kak Dini.
Kak Dini menarik kembali kakinya,tapi bagimana bisa aku membiarkan kak Dini menarik kakinya,lalu melanjutkan dengan menamnbahkan intensitas dua kali lipat lebih besar.
"Ng....Ng......"
Setelah memijat kaki, aku melanjutkan di sepanjang titik garis engkel kaki bagian kaki lalu lanjut ke atas mencari titik akupuntur sensitif kak Dini.
Sebenarnya aku tahu bahwa titik Akupuntur terbaik biasanya di titik V, titik b****g dan juga titik p****g bagian d**a , serta di titik p******a bawah, titik p******a atas beberapa bagian ini, tapi ini bukan pilihan terakhir, maka aku tidak akan menyentuh tempat sensitif wanita.
Kak Dini terbaring terlentang, di bawah cahaya redup aku tetap bisa melihat bulu matanya yang gemetar.
Kak Dini membuka kedua matanya yang remang-remang, meskipun hatinyatelah beriak,tapi masih tetap mengatakan dengan tenang:"Lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan,
Dan jangan lakukan apa yang tidak seharusnya."
Aku tidak menjawab, melainkan satu tangan menekan di titik abdomen bagian atas perut dan menggosoknya dengan lembut dan satu tangan lagi berkeliaran diantara kedua kaki.
Perlahan aku melihat bibir merah Kak Dini sedikit terbuka, dan matanya mulai kabur.
Aku tahu, ini waktunya untuk mendatangkan rangsangan terakhir.
Satu tangan aku melalui titik abdomen berkeliaran ke arah atas, dan langsung menggosok menguleni naik turun di titik-titik p******a atasnya aku mendengar jelas suara bergumam kak Dini.
Aku memberanikan diri menyentuh titik V nya, saat ini tidak menghentikannya, sehingga mencapai titik V dengan mulus lalu menyentuhnya.
Tangan aku satu lagi telah sepenuhnya menekan di atas pucuk salju Kak Dini, suaranya semakin mengeras, mendengar suara rasa enak seperti itu yang juga tersirat penderitaannya Aku tahu aku harus menambah intensitas.
Aku mencoba mengarah ke tempat sensitif Kak Dini menjelajahinya, melihat kedua mata kaburnya, dan pesan dari mulutnya yang terus-menerus, membuat aku benar-benar ingin bermain bersama Kak Dini dengan senjata sungguhan secara langsung.
Tapi aku tahu ini hanya bisa menjadi keinginan saja, sama sekali tidak boleh dilakukan jika tidak mungkin aku masuk ke dalam kantor polisi.
Tepat ketika aku memasuki area sensitifnya, tubuh gak begini tiba-tiba menegang, kedua kakinya menjepit erat tangan aku di saat bersamaan dia mengambil tangan aku
Satunya lagi dan menekan dengan kuat di bagian dadanya.
"Ng.....kuat.......ah......"
Suara erangan keras Kak Dini langsung mengalahkan suara musik DJ
"Tok tok tok......
"Cepat buka pintu,dasar bocah tengik,cepat buka pintu."