Bab 101 Pengasuh Gen Z

1300 Kata

Hari itu Anggita menyadari satu hal penting yaitu mereka butuh pengasuh. Bukan karena ia tidak mampu. Bukan karena Rafka tidak mau begadang melainkan karena Rafka terlalu mampu—dan terlalu mau. Jika dibiarkan, Rafka mungkin akan cuti dan membuat semua karyawan kerepotan. “Tiga menit lalu dia sendawa,” kata Rafka sambil menatap Elio dengan serius. Anggita mengangkat kepala dari sofa. “Raf.” “Iya?” “Itu bukan laporan NASA.” Rafka tidak tersinggung. Ia malah mendekatkan wajah ke Elio. “Papa bangga sama kamu.” Anggita menutup wajah pakai bantal. Pengumuman lowongan pengasuh Elio ditempel Anggita di grup rekomendasi orang tua, forum internal kantor, bahkan dikirim ke kenalan Mama Rini. Syaratnya sederhana: Sayang bayi, terampil, tidak gampang panik dan sabar Syarat tak tertulis adalah ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN